Berita Lombok Utara

Tegas! Pemprov NTB Tendang PT GNE dari Gili Trawangan

Pemerintah Provinsi NTB akhirnya bersikap tegas dalam merespons aktivitas PT GNE di Gili Trawangan.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Dok. Istimewa
Tegas! Pemprov NTB Tendang PT GNE dari Gili Trawangan - Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Daerah (DPMPTSPD) NTB, Muh Rum (batik). 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi atau Pemprov NTB akhirnya bersikap tegas dalam merespons aktivitas PT GNE di Gili Trawangan.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov NTB dengan nama lengkap PT Gerbang NTB Emas (GNE) itu, dicabut izin operasional mengolah air laut menjadi air minum yang bekerjasama dengan PT BAL.

"Benar itu surat kami (layangkan) penghentian," tegas Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Daerah (DPMPTSPD) NTB, Muhammad Rum pada Rabu (21/9/2022).

Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB, Nomor: 503/127/03DPMPTSP/2022 disebutkan secara resmi menghentikan pengambilan air di gili.

Baca juga: VIRAL Wisatawan Gili Trawangan Mengaku Dilecehkan, Dispar NTB Lakukan Pembenahan

Rum mengatakan surat penghentian itu bukan ujuk-ujuk keluar. Melainkan sejak lama pihaknya meminta supaya PT GNE berhenti beraktivitas.

"Kita kasih waktu dua bulan yang lalu kita minta berhenti beraktivitas begitu," terang Rum.

Penghentian aktivitas PT GNE disebabkan sudah ada investor baru yang akan mengolah serta mendistribusikan air minum untuk masyarakat tiga gili.

"Sudah ada investor yang baru yaitu PDAM. Sekarang PDAM (Pemda KLU) sudah ada ia endak enak provinsi masuk," terangnya.

Baca juga: Wisata Lombok, Harga Hotel Bintang 1 hingga Bintang 5 di Gili Trawangan

Malah Rum menegaskan pihaknya meminta PT GNE selesai beroperasi sebelum Bupati KLU, Djohan Syamsu meminta PT GNE untuk hengkang dari gili.

"Surat itu sudah kita layangkan sebelum Bupati KLU berstatmen (menyuruh PT GNE pergi)," bebernya.

Sebelumnya, Bupati KLU bersurat ke Pemprov meminta peninjauan kembali PT GNE yang mendistribusikan air minum ke masyarakat setempat.

Pemda KLU beralasan karena sudah ada PDAM.

"Atas dasar surat itu kemudian Pak Gubernur bilang oke," terangnya.

Setelah itu Bupati KLU kembali bersurat ke DPTMPTSPD NTB yang meminta mencabut izin PT GNE.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved