Bhakti Sosial Donor Darah di Pemerintahan Kota Bima Sepi Peminat

Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, digelar oleh Kelompok Studi Lingkungan (KSL) STT Bima bekerjasama dengan PMI Bima.

TribunLombok.com/Istimewa.
Donor darah yang digelar PMI sepi, minat pegawai Pemerintah Kota Bima jadi pendonor dinilai rendah. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Bhakti sosial donor darah yang digelar dalam rangka HUT Palang Merah Indonesia (PMI), di halaman Pemerintahan Kota Bima sepi peminat. 

Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, digelar oleh Kelompok Studi Lingkungan (KSL) STT Bima bekerjasama dengan PMI Bima, SMK Perawat Surya Mandiri Bima, KPG Regional Bima dan Saka Bhayangkara Bima.

Koordinator petugas donor darah, dokter Sucipto menyesalkan respon Pemerintahan Kota Bima yang minim.

Padahal, kegiatan donor darah ini masuk dalam aksi kemanusiaan. 

Baca juga: 25 Anggota DPRD KSB Dengarkan Penjelasan Bupati Soal Rencana Pembiayaan Daerah TA 2023

"Respon Pemkot Bima nol besar, jumlah pendonor dari pegawai saja hanya tujuh orang. Malah banyak dari luar," ungkapnya. 

Tidak hanya itu sambung dokter senior yang bertugas di RSUD Bima itu, setiap tahun kegiatan begini di Kantor Pemkot Bima kondisinya selalu berulang. 

"Tadi acaranya sepi, tidak banyak yang datang. Kasihan juga lihat panitia acara," tutur Sucipto. 

Dirinya berharap, kegiatan seperti ini ke depan bisa lebih meriah.

Apalagi dilaksanakan di dalam area kantor Pemerintah.

Baca juga: Korupsi Saprodi Pertanian di Bima Rp14,5 Miliar, Kerugian Capai Rp5 Miliar

Setidaknya, ada partisipasi yang maksimal dari Pemkot Bima, apalagi kegiatan yang menyangkut kebutuhan darah untuk warga Kota Bima

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan M Indra Dinata mengatakan, target pendonor sebanyak 100 orang.

Sementara jumlah yang datang mendonorkan darah hanya 28 orang. 

"Iya jumlah pendonor jauh dari target," katanya, Selasa (20/9/2022). 

Ia mengaku, donor darah yang digelar untuk membantu kebutuhan darah di Kota Bima, karena selama ini jika ada yang membutuhkan darah, selalu kesulitan.

(*) 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved