Berita Nasional

Gubernur Papua Lukas Enembe Dilarang ke Luar Negeri sampai 2023, Simak Alasannya

Gubernur Papua Lukas Enembe dilarang bepergian ke luar negeri setelah mendapat panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan dugaan kasus korupsi.

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Gubernur Papua Lukas Enembe Dilarang ke Luar Negeri sampai 2023, Simak Alasannya - Gubernur Papua Lukas Enembe usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT RI Ke-77, Jayapura, Papua, Rabu (17/8/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe dilarang bepergian ke luar negeri setelah mendapat panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan dugaan kasus korupsi.

Dugaan itu mencuat setelah KPK mengendus kejanggalan dari uang puluhan miliar rupiah milik Lukas Enembe yang tersimpan di sejumlah bank.

Meski demikian, KPK belum memberikan konfirmasi lebih lanjut ke publik terkait kasus dugaan korupsi Lukas Enembe karena yang tersangkut belum memenuhi panggilan.

Mengantisipasi gangguan pemeriksaan, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) telah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

Baca juga: Perda Baru Kota Mataram, Mulai dari Pendidikan Anti Korupsi hingga Perlindungan Pohon

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Kemenkumham telah menerima permintaan pencegahan yang diajukan KPK.

“Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Ditwasdakim) Ditjen Imigrasi menerima pengajuan pencegahan kepada subjek atas nama Lukas Enembe dari Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu, 7 September 2022."

"Pencegahan berlaku selama 6 bulan,” kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Gede Surya Mataram, dalam keterangan tertulis, Senin (12/9/2022).

Politikus Partai Demokrat itu resmi dicegah ke luar negeri dari wilayah Indonesia terhitung sejak tanggal diterimanya pengajuan pencegahan sampai dengan tanggal 7 Maret 2023.

Baca juga: Bantah Nikmati Korupsi Bansos Kebakaran Bima, Tersangka: Saya Baru Pulang Haji, Buat Apa Bohong

“Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama masa pencegahan berlaku, ” ujar Surya.

Setelah menerima permintaan pencegahan, Surya mengungkapkan Ditjen Imigrasi langsung memasukkan nama Lukas Enembe ke dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang terhubung ke seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi di bandara, pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas(PLB) seluruh Indonesia. (*)


Sumber: Tribun-Timur.com

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved