Pilkada 2024

Wakil Ketua DPRD NTB Nauvar Furqani Farinduan Ajak TAPD Cari Solusi Soal Anggaran Pilkada 2024

Politisi Partai Gerindra itu menilai, kondisi keuangan daerah Provinsi NTB sampai dengan saat ini masih belum terlalu sehat.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Nauvar Furqani Farinduan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Nauvar Furqani Farinduan memberikan komentar perihal kewajiban daerah mengalokasikan anggaran untuk Pilkada 2024.

Politisi Partai Gerindra itu menilai, kondisi keuangan daerah Provinsi NTB sampai dengan saat ini masih belum terlalu sehat.

Baca juga: Pimpinan Kampus UM Bima Akan Beri Sanksi pada Oknum Mahasiswa Pelaku Kekerasaan

Baca juga: Polresta Mataram Serahkan Dua Unit Kendaraan Dinas Bhabinkamtibmas

Realisasi pendapatan yang selalu tidak mencapai target menyebabkan munculnya utang daerah dari program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan.

"Kalau kita lihat kondisi keuangan kita dari tahun 2021 dan 2022, postur anggaran kita antara proyeksi pendapatan dengan realisasi pendapatan kan selalu timpang, sehingga belanja-belanja kita selama ini terus minus, sehingga jadi hutang," ujar Farin, Senin (12/9/2022).

Dalam kondisi fiskal daerah seperti itu, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTB menilai APBD NTB akan makin tambah tertekan dengan kewajiban mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan Pilgub NTB. Alokasi direncanakan mulai tahun anggaran 2023 dan 2024.

"Anggaran untuk pelaksanaan pesta Demokrasi Pilkada ini kan tambahan beban. Kondisi kita tanpa tambahan beban saja bingung untuk buat postur (anggaran)-nya, apalagi dengan ada beban ini akan tambah bingung lagi. Jadi kira-kira begitu gambarannya," kata Farin.

Walau demikian, kata Farin, pihaknya belum membahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait usulan anggaran untuk pembiayaan pelaksanaan Pilgub NTB 2024 sebesar Rp 377 miliar itu.

"Kita memang belum melakukan pembahasan dengan TAPD, bagaimana skemanya nanti. Tapi yang jelas kondisi keuangan kita sekarang ini saja yang tanpa tambahan beban sudah sangat terpengaruh, apalagi dengan tambahan beban akan makin terpengaruh," paparnya.

Terlepas dari kondisi itu, Farin menegaskan alokasi anggaran untuk pembiayaan Pilgub NTB 2024 tetap menjadi prioritas utama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved