KKN Mahasiswa

Gandeng DLH Kota Mataram dan DLHK Provinsi NTB, KKN-T Unram Sosialisasikan Budidaya Maggot

Tepung larva (Maggot) BSF dapat menggantikan tepung ikan sampai 75 persen atau dapat digunakan 11,25 persen dalam ronsum.

Dok. KKN-T Unram
sosialisasi pembudidayaan maggot ini dilakukan di Yayasan Darussalam oleh kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (UNRAM) Tahun 2022 Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat pada Minggu (3/7/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Mahasiswa KKN-Tematik UNRAM Tahun 2022 Desa Gegerung berkerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat tuntaskan program penanganan sampah organik (Limbah Rumah Tangga) di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi pembudidayaan maggot ini dilakukan di Yayasan Darussalam oleh kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (UNRAM) Tahun 2022 Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat pada Minggu (3/7/2022).

Kegiatan ini didasari oleh program kerja utama KKN yang bertemakan “Zero Waste”, yakni berkaitan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat Desa Gegerung terkait pengolahan sampah organik sehingga masyarakat menjadi sasaran dalam sosialiasasi tersebut.

“Dengan metode pengelolaan sampah organik yaitu budidaya maggot, tentu dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dengan memanfaatkan sampah organik dan dalam pengelolanya dapat memberikan tambahan penghasilan berupa hasil produk (pupuk dan pakan ternak seperti ikan, bebek, dan burung),” ujar Pak Salikin selaku pemateri sosialisasi pembudidayaan Maggot.

Baca juga: KKN-T Unram Desa Sembalun Sosialisasikan Teknik Budidaya Hortikultura dan Keamanan Pangan

Menurut Pak Salikin, Maggot ini memiliki kandungan protein 40-50 persen.

Tepung larva (Maggot) BSF dapat menggantikan tepung ikan sampai 75 persen atau dapat digunakan 11,25 persen dalam ronsum.

“Tanpa memberikan efek buruk terhadap efisisensi pakan ayam broiler. Penggunaan maggot sebagai pakan dapat menghasilkan efisiensi biaya sebesar 52,3 persen dibandingkan menggunakan pakan ikan,” tambahnya.

Sebagai bentuk tindakan lanjutan dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN-T juga berkoordinasi dengan perangkat desa serta menggandeng masyarakat sekitar, dalam kegiatan studi banding ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu Regional Nusa Tenggara Barat Black Soldier Fly (BSF) Lingsar.

Baca juga: KKN-T Unram Serahkan 3.000 Bantuan Benih Ikan untuk Desa Sesaot

“Kami mengikutsertakan beberapa masyarakat dalam kegiatan ini, agar masyarakat dapat merasakan sendiri dalam praktik budidaya maggot serta mengetahui fungsi dari TPS Terpadu Regional Nusa Tenggara Barat Black Soldier Fly (BSF) Lingsar,” ucap Williams Kevin selaku ketua KKN-T Unram Desa Gegerung 2022.

Adanya program kerja yang dilakukan oleh KKN-T Unram Desa Gegerung 2022 tentu disambut dengan baik oleh masyarakat sekitar, mengingat sangat diperlukan untuk perkembangan desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Kiyai Ahmad Yani yang merupakan warga Desa Gegerung “Kami antusias ketika mengetahui adanya kegiatan pengolahan sampah organik dengan metode budidaya maggot ini.

Seiring dengan kemajuan zaman, kami berharap desa kami pun ikut mengalami kemajuan dalam pengelolaan sampah,” tutup Bapak Kiyai Ahmad Yani.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved