KKN Mahasiswa

KKN-T Unram Desa Sembalun Sosialisasikan Teknik Budidaya Hortikultura dan Keamanan Pangan

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKNT UNRAM di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, pada Sabtu (23/7/2022).

KKN-T Unram
KKN-T Unram Desa Sembalun Sosialisasikan Teknik Budidaya Hortikultura, Sabtu (23/7/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Universitas Mataram menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kemasyarakatan dengan mengusung tema “Upaya Meningkatkan Keamanan Pangan Melalui Budidaya Hortikultura Yang Baik Untuk Mendukung Pariwisata Desa Sembalun Lawang”.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKNT UNRAM di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, pada Sabtu (23/7/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Syukur Assyari yang dimulai pukul 09.00 WITA - 11.30 WITA.

Adapun undangan yang turut terlibat dalam kegiatan sebagai pembicara antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Ketua Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) NTB dan Dosen Fakultas Pertanian.

Baca juga: KKN-T Unram Desa Sesaot Gelar Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Bibit Tanaman

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Sembalun Lawang berjumlah 10 orang dan diketuai oleh Fathul Aziz.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sembalun Lawang, Staff Desa, Petani, Pemuda Karang Taruna, tim PKK, Siswa/i Madrasah Syukur Assyari, Pokdarwis, serta perwakilan dari KKN Universitas Gunung Rinjani dan KKN Universitas Nahdatul Ulama.

Kegiatan ini dilatar belakangi dengan melihat petani di Sembalun yang menggunakan pestisida secara berlebihan.

Selain membuat kualitas tanah menjadi menurun, penggunaan pestisida yang berlebihan juga akan mengakibatkan ketidak amanan bahan pangan yang dihasilkan.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unram Tanam 500 Bibit Mangrove di Lombok Tengah, Dukung Pelestarian Kawasan Mandalika

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini semoga dapat mendorong serta memberikan gambaran pada masyarakat tentang pentingnya budidaya Hortikultura yang baik untuk meningkatkan keamanan pangan.

"Sembalun sebagai Desa Wisata harus benar-benar dipastikan keamanan pangannya, karena banyak wisatawan baik itu dari luar atau dalam negri yang datang melihat keindahan Sembalun sebagai desa wisata. Wisatawan tentu tidak berani mengkonsumsi makanan yang dihasilkan oleh masyarakat Sembalun jika tidak teruji keamanannya" kata Prof Sarjan selaku Dosen Pembimbing.

"Sembalun sebagai penghasil bahan pangan terbesar di NTB harus benar-benar sadar, karena menjaga keamanan pangan menjadi berkualitas itu sangat penting untuk mendukung Sembalun sebagai daerah Agrowisata," sambung Ir Hj Nur Ilmiati mewakili Dinas Ketahanan Pangan.

Kegiatan ini tidak hanya sekedar penyampaian dari pemateri, tapi setelah semua pemateri menyampaikan materinya, panitia membuka ruang diskusi supaya audiens dan pemateri dapat berinteraksi.

Baca juga: Lomba Lintas Alam dan Launching Desa Wisata Budaya Desa Bayan, Mahasiswa KKN Unram Turut Terlibat

"Saya selaku perwakilan masyarakat Sembalun yang aktif di Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia wilayah NTB mengajak kita semua untuk berupaya mengurangi penggunaan pestisida agar dapat memulihkan kondisi tanah yang terlanjur rusak akibat pemakaian pestisida yang berlebihan," ujar Pak Mawilih, Perwakilan MAPORINA NTB.

"Kami sangat merasa terbantu oleh kegiatan adik adik KKN, semoga dengan kegiatan seperti ini dapat memberikan kesadaran terhadap masyarakat kami terkait dengan keamanan pangan tersebut," tanggap H M Idris, Kepala Desa Sembalun Lawang.

Pemateri memberikan pengetahuan serta gambaran tentang penggunaan pupuk organik dan melakukan perbandingan langsung ke lapangan terkait budidaya tanaman organik serta memberikan arahan ke masyarakat supaya bijak dalam penggunaan pestisida.

"Dalam kegiatan ini juga kami berharap agar masyarakat Sembalun antusias jika ada kegiatan sosialisasi seperti ini, karena itu akan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat," ucap Fathul Aziz, Ketua KKN.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved