Berita Bima

7 Warga Bima Jadi Korban Perdagangan Manusia, 4 Orang di Antaranya Anak di Bawah Umur

Sudah ada lima orang lainnya yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi dengan cara ilegal atau non prosedural

Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Ilustrasi Satgas Perlindungan PMI. Sejumlah warga Bima korban perdagangan manusia berhasil digagalkan pemberangkatannya ke negara tujuan oleh Polres Serang Banten. Dari tujuh orang korban perdagangan manusia tersebut, empat orang di antaranya terkategori di anak bawah umur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Sejumlah warga Bima korban perdagangan manusia berhasil digagalkan pemberangkatannya ke negara tujuan oleh Polres Serang Banten.

Dari tujuh orang korban perdagangan manusia tersebut, empat orang di antaranya terkategori di anak bawah umur.

Para calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) itu semuanya perempuan antara lain berinisial NR, SM, FJ, UR, NW, PW dan DH.

Namun ternyata hanya SM dan DH yang terkategori usia dewasa.

Baca juga: 7 Warga Bima NTB Jadi Korban Perdagangan Manusia, Digagalkan Polres Serang Banten

Sisanya, masih anak di bawah umur yakni berinisial NR, FJ UR dan PW.

"Empat dari tujuh orang itu masih di bawah umur semua," ungkap Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, Fatahullah.

Dari hasil penelusuran, tujuh orang tersebut berangkat dari Bima pada tanggal 5 Mei 2022 lalu menggunakan bus dengan tujuan langsung ke Jakarta.

Setelah itu, tujuh orang tersebut langsung dibawa ke rumah H NN hingga akhirnya diketahui oleh aparat TNI dan melaporkannya ke Polres Serang Banten.

Fatahullah mengaku, Bupati Bima telah mengeluarkan perintah untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Terutama BP2MI pusat dan provinsi," akunya.

Saat ini, tujuh orang tersebut sudah ada di shelter BP2MI.

Selain tujuh orang yang digagalkan, sudah ada lima orang lainnya yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi dengan cara ilegal atau non prosedural.

"Jadi totalnya ada 12 orang," sebut Fatahullah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved