Berita Lombok Timur

Tekan MoU Dengan RSUD Soejono Selong, Rektor Universitas Hamzanwadi Sebut AHH NTB 68 Tahun 

Angka harapan hidup (AHH) berbeda pada tiap daerah maupun negara. Perbedaan angka harapan hidup ini dipengaruhi banyak faktor.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Lalu Helmi
Istimewa
Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat tekan MoU dengan RSUD Soejono Selong Hari ini, Kamis (9/5/2022) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Angka harapan hidup (AHH) berbeda pada tiap daerah maupun negara. Perbedaan angka harapan hidup ini dipengaruhi banyak faktor.

Mulai dari lingkungan, status kesehatan, hingga status ekonomi. Semakin tinggi angka harapan suatu daerah, menandakan semakin baik pula derajat kesejahteraan masyarakat.

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, angka harapan hidup masyarakat NTB saat ini rata-rata 68 tahun.

Baca juga: Dampak Pembelajaran Daring Selama Dua Tahun, Selain Lost Learning Siswa Juga Lost Karakter

Baca juga: Inspektorat Lombok Barat Gelar MCP, APBD hingga Dana Desa Masuk Pantauan

"Angka harapan hidup masyarakat Lombok Timur mencapai 25 persen dari penduduk NTB," ujar Umi Rohmi saat penandatangan kerja sama dengan RSUD R Sodjono Selong, Kamis (09/06/2022).

Jika memiliki sumber daya manusia yang baik, dipastikan dapat meningkatkan angka harapan hidup di NTB. 

Rektor yang juga Wakil Gubernur NTB itu berharap RSUD Raden Soedjono Selong dapat melakukan sinergi dengan semua pihak.

RSUD Raden Soedjono merupakan rumah sakit yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap jika dibandingkan dengan rumah sakit lainnya.

Melalui kerja sama yang ditanda tangani sekarang ini, Rohmi berharap RSUD Soedjono dapat melakukan kolaborasi yang baik dengan Universitas Hamzanwadi.

Hal ini diperlukan untuk meningkatkan SDM karena Universitas Hamzanwadi telah memiliki fakultas kesehatan sehingga kedepan dapat mencetak SDM yang semakin kualitas.


 
Rektor juga mendorong agar RSUD Raden Soedjono dapat memberikan keleluasaan dalam peningkatan SDM dengan melanjutkan studi.

Lebih lanjut bicara soal angka harapan hidup, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka harapan hidup masyarakat dunia pada 2018 adalah 72,5 tahun sedangkan di Indonesia mencapai 71,5 tahun.

Kalau data terbaru dari Badan Pusat Statistik RI, angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada tahun 2019 adalah 73,3 tahun bagi wanita dan 69,4 tahun bagi pria.

 

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved