Mesin Roasting Kopi Berbasis Android Buatan NTB Raih Juara Nasional, Disangka dari Luar Negeri
Mesin yang hingga kini sudah terjual hingga 15 unit ini hanya menghabiskan daya listrik 40-50 watt saja
Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
”Kita tidak pakai bahan baku yang biasa,” imbuhnya.
Diharapkan, kehadiran mesin kopi ini dapat diterima dan digunakan masyarakat lebih luas.
Bermuara pada terciptanya industri kopi dan permesinan lokal yang dapat memenuhi permintaan ekspor.
Terbukti dari permintaan yang mulai berdatangan salah satunya dari Afrika.
Langkah pertama, pihaknya menarget perampungan sertifikasi mesin yang dimulai bulan depan.
”Semakin cepat dilakukan, semakin baik,” tegasnya.
Idham, perancang mesin dan IoT mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan fitur baru.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Mataram Makin Mahal, Warung Nasi Rela Tak Ambil Untung Demi Jaga Cita Rasa
Yakni tambahan moniotoring kontrol terhadap suhu.
Berfungsi mendeteksi suhu saat tinggi demi mencegah kebakaran jika mesin ditinggal terlalu lama.
Mengingat mobilitas mesin yang dapat digunakan jarak jauh.
Diharapkan dalam waktu mendatang pihaknya dapat memproduksi satu mesin dalam satu minggu.
Didukung ketersediaan bahan baku yang mumpuni dari lokal.
”Kita upayakan mesin kualitas tinggi dengan percepatan produksi,” imbuhnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/praktisi-kopi-Dody-Adi-Wibowo-memproduksi-mesin-roasting-kopi.jpg)