Mesin Roasting Kopi Berbasis Android Buatan NTB Raih Juara Nasional, Disangka dari Luar Negeri
Mesin yang hingga kini sudah terjual hingga 15 unit ini hanya menghabiskan daya listrik 40-50 watt saja
Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Mesin ini hanya menghabiskan 40-50 watt saja.
Hingga kini mesin buatannya sudah terjual 15 unit.
”Memenuhi permintaan pasar lokal, dan sejumlah antrean dari pelanggan luar daerah,” katanya.
Mesin ini dibuatnya berkolaborasi dengan sejumlah pihak.
Mulai dari ahli kopi, ahli IoT (Internet of Thing), juga ahli permesinan.
Hingga kini mereka mampu memproduksi empat tipe mesin roasting kopi.
Diantaranya CRL1000 dengan muatan roasting satu kilogram kopi, CRL2000 muatan dua kilogram kopi, dan CRL3000 bermuatan tiga kilogram kopi.
Terbaru, ada prototype Coffe Roaster Record Play System.
Merupakan pengembangan dari ketiga mesin sebelumnya.
Yang dapat merekam seluruh aktivitas roasting secara otomatis.
”Dia memulai aktivitas proses roasting sesuai roasting log yang sudah kita save,” jelasnya.
Ia menilai, tantangan pembuatan mesin ini dari pasokan bahan baku yang bergantung dari luar daerah.
Seperti electrical, pelat, juga beragam penunjang lainnya.
Sebab, seluruh bahan baku yang digunakan berbasis food grade.
Demi menjaga kualitas kopi agar tak mempengaruhi cita rasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/praktisi-kopi-Dody-Adi-Wibowo-memproduksi-mesin-roasting-kopi.jpg)