Sabtu, 25 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Mesin Roasting Kopi Berbasis Android Buatan NTB Raih Juara Nasional, Disangka dari Luar Negeri

Mesin yang hingga kini sudah terjual hingga 15 unit ini hanya menghabiskan daya listrik 40-50 watt saja

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
ISTIMEWA/Dody Adi Wibowo
praktisi kopi Dody Adi Wibowo mencetuskan ide untuk memproduksi mesin roasting kopi berkualitas tinggi 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Berawal dari kecintaannya pada kopi praktisi kopi Dody Adi Wibowo mencetuskan ide untuk memproduksi mesin roasting kopi berkualitas tinggi.

Mesin buatan lokal yang menghadirkan sejumlah keunggulan dari gabungan mesin-mesin kopi hasil industri.

Ini merupakan mesin roasting kopi berbasis android buatan lokal NTB, juga se-Indonesia.

Baca juga: Duta Inspirasi NTB Rani Pranita Beri Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri

”Bahkan banyak yang pikir ini buatan luar, padahal asli buatan NTB, pertama dan satu-satunya di Indonesia,” ujar Dody, Jumat (3/6/2022).

Bahkan, Dody harus berjibaku dengan kreator lainnya, berasal dari Surabaya dan Bogor.

"Ada yang menciptakan mesin pengairan dan berkerjasama dengan PDAM, luar biasa karya tersebut."

Selain itu, mesin kopi berbasis android tersebut memiliki beragam fitur kontrol seperti nyala matikan mesin, suhu, dan lainnya dalam satu genggaman.

Dengannya pengguna dapat memantau seluruh proses dari jarak jauh melalui ponsel pintarnya.

Hanya dengan koneksi Bluetooth di ponsel hingga berjarak maksimal 200 meter.

Pembuatan satu mesin menghabiskan waktu tiga minggu.

Dengan desain dan pola yang sudah ada.

Dibanderol mulai dari Rp 28 juta per unit.

Fitur tambahan bisa dibuat sesuai permintaan pembeli.

Misal, tambahan baterai untuk back up mesin sebagai antisipasi saat mati listrik.

Mesin ini hanya menghabiskan 40-50 watt saja.

Hingga kini mesin buatannya sudah terjual 15 unit.

”Memenuhi permintaan pasar lokal, dan sejumlah antrean dari pelanggan luar daerah,” katanya.

Mesin ini dibuatnya berkolaborasi dengan sejumlah pihak.

Mulai dari ahli kopi, ahli IoT (Internet of Thing), juga ahli permesinan.

Hingga kini mereka mampu memproduksi empat tipe mesin roasting kopi.

Diantaranya CRL1000 dengan muatan roasting satu kilogram kopi, CRL2000 muatan dua kilogram kopi, dan CRL3000 bermuatan tiga kilogram kopi.

Terbaru, ada prototype Coffe Roaster Record Play System.

Merupakan pengembangan dari ketiga mesin sebelumnya.

Yang dapat merekam seluruh aktivitas roasting secara otomatis.

”Dia memulai aktivitas proses roasting sesuai roasting log yang sudah kita save,” jelasnya.

Ia menilai, tantangan pembuatan mesin ini dari pasokan bahan baku yang bergantung dari luar daerah.

Seperti electrical, pelat, juga beragam penunjang lainnya.

Sebab, seluruh bahan baku yang digunakan berbasis food grade.

Demi menjaga kualitas kopi agar tak mempengaruhi cita rasa.

”Kita tidak pakai bahan baku yang biasa,” imbuhnya.

Diharapkan, kehadiran mesin kopi ini dapat diterima dan digunakan masyarakat lebih luas.

Bermuara pada terciptanya industri kopi dan permesinan lokal yang dapat memenuhi permintaan ekspor.

Terbukti dari permintaan yang mulai berdatangan salah satunya dari Afrika.

Langkah pertama, pihaknya menarget perampungan sertifikasi mesin yang dimulai bulan depan.
”Semakin cepat dilakukan, semakin baik,” tegasnya.

Idham, perancang mesin dan IoT mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan fitur baru.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Mataram Makin Mahal, Warung Nasi Rela Tak Ambil Untung Demi Jaga Cita Rasa

Yakni tambahan moniotoring kontrol terhadap suhu.

Berfungsi mendeteksi suhu saat tinggi demi mencegah kebakaran jika mesin ditinggal terlalu lama.

Mengingat mobilitas mesin yang dapat digunakan jarak jauh.

Diharapkan dalam waktu mendatang pihaknya dapat memproduksi satu mesin dalam satu minggu.

Didukung ketersediaan bahan baku yang mumpuni dari lokal.

”Kita upayakan mesin kualitas tinggi dengan percepatan produksi,” imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved