Tribun Network

Waspadai Komplotan Penipu Berkedok Wartawan Tribun, Modusnya Ingin Konfirmasi Padahal Memeras

Tribun Network meminta masyarakat agar mewaspadai tindakan orang per orang atau mungkin sindikat, mencatut nama media Tribunnews.com untuk menipu.

Editor: Dion DB Putra
shutterstock
Ilustrasi. Tribun Network meminta masyarakat agar mewaspadai tindakan orang per orang atau mungkin sindikat, mencatut nama media Tribunnews.com untuk menipu dan memeras. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA – Penipuan dengan modus mengaku wartawan dan seolah-olah mengonfirmasi tentang beredarnya video asusila yang ujung-ujungnya meminta uang alias memeras korban kembali terjadi.

Tak hanya korban, Tribun Network ikut juga dirugikan.

Pasalnya, komplotan penipu mencatut nama redaksi Tribun Network dan berpura-pura sebagai reporter Tribunnews.com atau TribunJakarta.com untuk memeras sejumlah orang.

Baca juga: Hati-hati Ulah Komplotan Penipu Berkedok Wartawan Tribunnews.com

Baca juga: Bongkar Dugaan Penipuan Medina Zein, Denise Chariesta: Pakai KTP Raffi Ahmad untuk Nawarin Kosmetik

Karena itu, Tribun Network meminta masyarakat agar mewaspadai tindakan orang per orang atau mungkin sindikat, mencatut nama media Tribunnews.com untuk menipu dan memeras.

"Kami pastikan ini tindak kejahatan oleh orang luar yang merusak citra media Tribun Network,” ujar News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra, Rabu (1/6/2022).

Menurut Febby, wartawan Tribun Network dapat dipastikan bekerja secara profesional.

News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra.
News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra. (TRIBUNNEWS.COM)

Tribun Network mengelola media cetak maupun media online, tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data, hingga April 2022, terdapat 1.411 wartawan, yang tersebar di 471 kabupaten kota se-Indonesia.

“Mereka bekerja profesional berdasarkan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan standar nilai-nilai keutamaan perusahaan Kompas Gramedia, sebagai induk perusahaan Tribun Network,” kata Febby.

Diungkapkan, manajemen Tribun Network menerima banyak keluhan dan aduan terkait penipuan dan pemerasan mencatut nama Tribunnews.com. Pelaku, diduga merupakan sebuah komplotan.

Pelaku --seorang perempuan –menggunakan telepon seluler menghubungi korban melalui video call aplikasi komunikasi sosial. Pelaku menggunakan aplikasi MiChat dan Whatsapp.

Setelah komunikasi tersambung dan terjadi pembicaraan melalui video call, tiba-tiba si perempuan menanggalkan pakaiannya.

Ketika korban masih berkomunikasi sambil melihat layar, pelaku dan komplotannya merekam hasil tangkap layar (screenshot). Hasil tangkapan layar, tampak wajah korban sedang melihat perempuan tanpa busana.

Seseorang lainnya, biasanya laki-laki, berperan sebagai wartawan Tribunnews.com.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved