Berita Lombok Timur

Bupati Lotim Mengaku Sedih Minimnya Peserta Lulus ASN Tahun Ini, Harap 6000 ASN Lolos Tahun Depan

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy mengungkapkan kesedihannya. Hal itu lantaran

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Lalu Helmi
Humas Pemkab Lotim
Pidato Bupati Lotim HM Sukiman Azmy di hadapan 509 orang CPNS dan PPPK formasi tahun 2021 yang menerima SK pada Mei ini 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Di hadapan 509 orang CPNS dan PPPK formasi tahun 2021 yang menerima SK pada Mei ini, Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy mengungkapkan kesedihannya.

"Bukan hanya masyarakat atau calon pelamar saja yang kecewa dan sedih ketika quota pengadaan ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Daerah (Pemda)," ucap bupati dalam pidatonya di Ballroom Kantor Bupati, hari ini Kamis (12/5/2022).

Lanjut Bupati, begitupun juga Pemda turut sedih dan kecewa karena hal tersebut berarti Pemda belum dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sebab adanya kekurangan pegawai.

Baca juga: DPRD Lotim Setujui Dua Raperda, Bupati Lotim Pastikan Audit Berikutnya Sampai ke DPRD

Baca juga: Blokade Jalan 4 Hari Berturut-turut Dibubar Paksa, 10 Orang di Bima Diamankan

"Saya berharap di tahun 2022 dan 2023 mendatang kebutuhan ASN yang diajukan Pemda sebanyak 6000 formasi dapat disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)," harapnya.

Diketahui memang tahun 2021 lalu dari usulan sebanyak 817 formasi, hanya 509 formasi yang disetujui Kemenpan RB. Jumlah tersebut didominasi tenaga kesehatan dan guru dengan 24 tenaga teknis.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan terima kasihnya, terutama kepada PPPK yang telah menunjukkan kinerjanya dan dapat terakomodasi tahun ini, demikian pula kepada yang belum dapat diakomodasi. 

Sementara kepada suluruh ASN Bupati meminta untuk dapat membantu peningkatan IPM Lombok Timur dengan menekan  angka kematian ibu dan kematian bayi (AKI dan AKB) serta angka drop out untuk memperpanjang masa lama sekolah.

"Tekan DO sampai nol di sekolah tempat tugas masing-masing," tegasnya.

Bupati juga membahas mengenai perpanjang lama sekolah, dimana Bupati meminta kepada ASN tenaga guru dapat membantu mendata warga putus sekolah agar dapat mengikuti pembelajaran paket A, B, maupun C.

Selain menyampaikan harapan, Bupati juga memberikan wejangan. 

"Saya minta agar 402 orang tenaga PPPK dan 107 orang CPNS Formasi Tahun 2021 ini dapat meluruskan niat, tetap konsisten melaksanakan tugas, juga menjaga agar sikap dan prilaku tidak berubah kendati penghasilan meningkat nantinya, serta menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. Terpenting adalah tidak meninggalkan Allah SWT," tutupnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved