Konflik Rusia vs Ukraina
Jalur Diplomasi Memanas, Rusia Balas Dendam Mengusir Diplomat Amerika Serikat
Washington bulan lalu mengusir 12 diplomat Rusia di misi negara itu di PBB di New York karena masalah keamanan nasional.
TRIBUNLOMBOK.COM, MOSKWA - Jalur diplomasi antara dua negara besar yaitu Rusia dan Amerika Serikat ( AS) memanas.
Kedutaan Besar AS di Moskwa pada Rabu 23 Maret 20022 menerima daftar diplomatnya yang dinyatakan " persona non grata".
Pengusiran diplomat AS itu menurut media Rusia merupakan tanggapan atas sikapAS yang memecat staf Rusia di PBB.
Baca juga: Perang Jalan Terus, Presiden Putin Berencana Hadiri KTT G20 di Bali
Baca juga: Kisah Kasih di Tengah Perang, Tentara Ukraina Lamar Kekasihnya di Pos Pemeriksaan
Washington bulan lalu mengusir 12 diplomat Rusia di misi negara itu di PBB di New York karena masalah keamanan nasional.
AS mengumumkan akan mengusir staf Rusia lainnya di PBB, yang mereka sebut sebagai mata-mata.
Kantor berita Interfax melaporkan, Rusia yang menyangkal tuduhan itu, mengatakan kepada AS pada Rabu (23/3/2022) bahwa mereka akan mengusir sejumlah diplomat Amerika sebagai tanggapan atas tindakan tersebut.
"Pihak Amerika diberitahu dengan sangat tegas bahwa setiap tindakan permusuhan AS terhadap Rusia akan memprovokasi tanggapan yang tegas dan sebanding," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dilansir dari Reuters.
Langkah itu dilakukan ketika AS dan sekutunya mempertimbangkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Kedutaan Besar AS menerima daftar diplomat yang dinyatakan 'persona non grata' dari Kementerian Luar Negeri Rusia pada 23 Maret," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
AS menilai langkah terbaru Rusia tidak membantu dan tidak produktif dalam hubungan bilateral keduanya.
“Sekarang lebih dari sebelumnya, sangat penting bahwa negara kita memiliki personel diplomatik yang diperlukan untuk memfasilitasi komunikasi antara pemerintah kita," kata juru bicara itu.
Baik juru bicara maupun Interfax tidak merinci berapa banyak orang yang terkena dampak atau kapan mereka harus pergi.
Konfrontasi Nuklir
Sementara itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO) memperingatkan terhadap perang Rusia di Ukraina yang mengarah ke konfrontasi nuklir antara Moskwa dan Barat.
"Rusia harus menghentikan retorika nuklir berbahaya yang tidak bertanggung jawab ini," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam konferensi pers, sebagaimana dilansir dari Reuters.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/vladimir-putin-presiden.jpg)