Berita Lombok Timur

Dianggap Singgung RS Masbagik Beban Pemerintah, Begini Klarifikasi Anggota Dewan di Lombok Timur

Isu ini berkenaan dengan komentar miring yang dinilai menyinggung RS Tipe D Masbagik itu sebagai beban pemerintah

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Ketua komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur Waes Al Qarni memberi klarifikasi statemen, Senin (14/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM,LOMBOK TIMUR - Agenda pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Masbagik, Lombok Timur mengundang pro kontra.

Ketua komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur Waes Al Qarni mengklarifikasi, Senin (14/3/2022).

Isu ini berkenaan dengan komentar miring yang dinilai menyinggung RS Tipe D Masbagik itu sebagai beban pemerintah.

Wais mengklaim komentarnya itu sudah dipelintir.

Baca juga: Meriahkan MotoGP Mandalika, Lombok Timur Adakan Acara Welcome Night Dream di Tetebatu

Baca juga: Sekda Lombok Timur: Kita Sambut Event MotoGP Mandalika 2022 dengan Daerah yang Bersih

"Saya ingin mengklarifikasikan kembali kepada teman teman bahwa bukan saya yang berstatmen seperti itu," ucapnya.

Dia kemudian menuding media massa yang keliru menafsirkan komentarnya.

"Itu hanya interprestasi media itu sendiri yg menyatakan bahwa itu beban pemerintah daerah Lombok Timur," tuturnya kepada TribunLombok.com.

Dia memberi penegasan mengenai komentarnya itu.

"Saya berani pastikan bahwa bukan saya yang ngomong atau berstatemen terkait dengan pembangunan RS Tipe D di Masbagik ini adalah beban daerah," sambungnya.

Untuk peningkatan status RS ini, kata dia, Komisi II DPRD Lombok Timur sudah melayangkan surat rekomendasi kepada bupati.

Isinya untuk segera ditindaklanjuti terkait SK perubahan status RS tersebut.

Selanjutnya Komisi II DPRD Lombok Timur berjanji akan mengawal terus pembangunan RS tipe D di Masbagik ini.

Apabila pada minggu terakhir bulan Maret belum juga diterbitkan SK itu, maka komisi II akan bersurat kembali ke Bupati Lombok Timur.

SK ini menurutnya penting sebagai landasan landasan pembangunan RS Tipe D Masbagik.

Tidak hanya itu, pihaknya akan memperjuangkan RS tersebut mendapat tambahan anggaran saat pembahasan APBD Perubahan.

"Sesuai dengan yg disampaikan kepala dinas idealnya Rp20 miliar, kami dari Komisi II berkomitmen untuk menambahkan anggaran untuk pembangunan RS tipe D ini," tutup Waes.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved