Konflik Rusia vs Ukraina
Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina, Ini Saran Dosen Unram ke Pemerintah Indonesia
Dosen Universitas Mataram menyarankan pemerintah Indonesia segera menyiapkan diri jika terjadi perubahan rezim global akibat perang Rusia dan Ukraina.
Penulis: Robbyan Abel Ramdhon | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOM BARAT - Perang Rusia dan Ukraina membuat stabilitas global terancam. Bahkan banyak yang menggadang-gadang akan terjadi perang dunia ketiga.
Sebab invasi Rusia atas perintah Presiden Vladimir Putin membuat anggota NATO bersiap-siap hendak membantu Ukraina.
Jika NATO terlibat dalam peperangan itu, perang dunia ketiga kemungkin tidak bisa dihindari. Sebab perang melibatkan banyak negara.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Mataram (Unram) Khairur Rizki menyebut, invasi ini merupakan buntut dari ketegangan sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Ukraina yang merupakan negara pecahan Uni Soviet kemudian membangun hubungan dengan barat.
"Situasi semakin memanas ketika Ukraina menjalin hubungan nonformal dengan NATO," jelas alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut.
Baca juga: Arena Final Liga Champions Pindah ke Paris, Balap F1 GP Rusia Pun Batal Gara-gara Perang
Baca juga: China Abstain, Rusia Veto Resolusi PBB terkait Invasi ke Ukraina
Lanjut Rizki, kesepakatan Ukraina dengan NATO maupun Uni Eropa tidak memiliki perkembangan yang signifikan.
Malah Ukraina kembali membangun hubungan dengan Rusia yang menyebabkan pergantian rezim di Ukraina.
Menurutnya, akumulasi dari berbagai macam kejadian tersebutlah yang mempengaruhi kondisi domestik Ukraina.
Hingga muncul banyak kelompok separatis pro Rusia yang ingin memisahkan diri dari Ukraina, terutama di wilayah Timur.
"Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina dengan dalih operasi militer, sedangkan barat menganggap apa yang dilakukan Rusia merupakan invasi militer," tuturnya.
Dampak Terhadap Indonesia
Adapun pengaruh konflik Ukraina dan Rusia terhadap Indonesia, kata Rizki, yakni menyangkut keselamatan WNI di Ukraina.
"Para WNI telah dihimbau untuk berkumpul di KBRI Kyiv. Keselamatan mereka menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/dosen-un.jpg)