Berita Lombok Timur
Cara Lombok Timur Merawat Bakau, Bikin Festival Bale Mangrove, Aksi Tanam Pohon dan Bersih Pantai
Festival Bale Mangrove ini sebagai cara merawat Pohon Mangrove melalui berbagai kegiatan pelestarian alam pesisir pantai
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Festival Bale Mangrove mulai berjalan sejak dibuka Sabtu (6/2/2022) hingga berakhir pada Kamis (10/2/2022).
Festival Bale Mangrove ini sebagai cara merawat Pohon Mangrove melalui berbagai kegiatan pelestarian alam pesisir pantai.
Kegiatan yang dipusatkan di Poton Bako, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur ini diisi dengan aksi tanam Pohon Bakau serentak dan bersih pantai.
Pengelola Bale Mangrove Yusron mengatakan, festival ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Dalam event ini, nanti kita akan adakan penanaman Pohon Mangrove, dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pohon mangrove di hari terakhir eventnya," ujarnya kepada TribunLombok.com.
Baca juga: Wisata Goa Kopong, Destinasi Wisata Murah yang Ada di Lombok Timur
Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika, Tiga Rekomendasi Tempat Menginap Estetik di Lombok Timur
Fetival dengan beberapa kegiatan didalamnya antara lain clean up pantai, balap sampan, dan lomba foto selfie.
Festival ini disambut antusias oleh warga setempat.
Untuk balap sampannya sendiri sudah ada 30 peserta yang akan ikut berlomba dilanjutkan dengan foto selfie.
Puncak acaranya digelar dengan rangkaian membersihkan areal pantai secara bersama-sama.
Selanjutnya penanaman 200 bibit Pohon Mangrove yang disediakan pihak panitia.
Yusron berharap, kesadaran masyarakat tentang merawat pantai dan juga membudidayakan pohon mangrove menjadi lebih baik.
"Sebelum dibangun Eko Wisata Bale Mangrove ini, dulu disini kotor, dan banyak dari warga yang menebang pohon mangrove untuk dijadikan kayu bakar,"ungkapnya
Melihat itu, dia selaku pemuda yang peduli terhadap lingkungan mulai membersihkan pantai dan mencoba memanfaatkan hutan Mangrove menjadi objek wisata.
Hal itu pula yanng mendasarinya penyelengaraan Festival Bale Mangrove sebagai bentuk dari pesan pentingnya menjaga pantai dan Pohon Mangrove.
(*)