Inflasi Gabungan Dua Kota di NTB 0,71 Persen, BPS Sebut Makanan dan Tembakau Penyumbang Terbesar

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan Januari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,71 persen dengan IHK,

TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATULWAHIDAH
Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Wahyudin saat siaran pers, Rabu (2/2/2022) 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan Januari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,97.

Angka inflasi ini lebih besar dibandingkan dengan angka inflasi nasional sebesar 0,56 persen.

Menurut Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin mengatakan jika jumlah inflasi tersebut merupakan gabungan dua kota di NTB yakni Kota Bima dan Kota Mataram.

“Inflasi yang terjadi di Kota Mataram itu 0,66 persen dan di Kota Bima sebesar 0,85 persen. Dengan dua kota tersebut, Kota Mataram dan Bima inflasi kita menjadi 0,71 persen,” katanya dalam siaran pers, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Hasil Rapat Aliansi Petani, Kepala Disdag Lombok Timur: Indikasi Regulasi Belum Dijalankan

Wahyudin menjelaskan jika kenaikan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,70 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen; kelompok perumahan, air , listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,54 persen.

“Dari 11 kelompok pengeluaran ada dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,12 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen,” ujarnya.

Sementara lima komoditas penyumbang inflasi di gabungan dua kota yakni daging ayam ras, minyak goreng, beras, ikan bandeng/ikan bolu, dan telur ayam ras.

“Minyak goreng masih menjadi komoditas kebutuhan rumah tangga yang saat ini masih mengalami inflasi. Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan pemerintah yang menetapkan HET itu bisa mengatasi laju minyak goreng,” harapnya.

Baca juga: Patung Jokowi Naik Motor akan Dikirim ke Mandalika Dalam Waktu Dekat

Ia menjelaskan jika laju inflasi gabungan dua kota di Nusa Tenggara Barat tahun kalender Januari 2022 sebesar 0,71 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Januari 2021 sebesar 0,69 persen.

Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun Januari 2022 sebesar 2,14 lebih tinggi dibandingkan laju inflasi tahun ke tahun Januari 2021 sebesar 0,74 persen.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved