Breaking News:

Kasus Bandar Narkoba Kakap di NTB Macet, Polisi Punya Bukti Kuat, Jaksa Nilai Tidak Penuhi Syarat

ANA dan RANR di Kota Mataram ditangkap karena kedapatan menjual sabu 1,2 gram.

TribunLombok.com/Wahyu Widiyantoro
Kolase Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Putra Rauf, Aspidum Kejati NTB Ikeu Bachtiar 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Wahyu Widiyantoro

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Polemik penanganan kasus bandar narkoba kakap di NTB inisial NJD alias Mdr (28) belum berakhir.

Penanganan kasus terhadap wanita yang ditangkap satu tahun silam ini masih berlarut.

Pasalnya, jaksa pada Kejati NTB beranggapan bukti-buktinya tidak memenuhi syarat.

Padahal, Polda NTB menyertakan bukti hasil saduran teknologi canggih, Cellebrite.

Sebuah alat khusus bikinan Israel yang dipakai sebagai penggunaan metode digital forensik.

Mdr sebelumnya ditangkap di salah satu hotel di kawasan Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Senin (4/1/2021).

Wanita asal Abiantubuh, Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara, Mataram ini diburu setelah penangkapan RANA dan RANR di Kota Mataram.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Naufal Samudra, Polisi Tak Temukan Bukti Narkoba dan Hasil Tes Urine Negatif

Baca juga: Akhir Tahun 2021, Polda NTB Musnahkan 5,92 Kg Narkoba

Dua kakak beradik ini ditangkap karena kedapatan menjual sabu 1,2 gram.

Dari interogasi, sabu yang dijual dua bersaudara ini didapat dari I Gede Wijaya Sandi alias Sandi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved