Jumat, 12 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Partai Politik Ramai-ramai Membuka Pintu untuk Ridwan Kamil

Ia menyebut partainya membuka pintu selebar-lebarnya jika Ridwan Kamil ingin bergabung ke PPP.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/DION DB PUTRA
Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil (kanan) bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Bandara Internasional Lombok, Sabtu 20 November 2021. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Sejumlah partai politik (parpol) ramai-ramai ’membuka pintunya’ untuk Ridwan Kamil agar mau bergabung dalam struktur partai mereka.

Hal itu dilakukan merespons keinginan Gubernur Jawa Barat itu untuk masuk partai politik tahun depan. Beberapa partai bahkan berjanji akan memberi 'akses tol' bagi Ridwan Kamil. Mereka menjamin mantan Wali Kota Bandung itu langsung menjadi elite partai jika mau bergabung.

Baca juga: Partai Gerindra Buka Peluang Koalisi dengan PDIP di Pilpres 2024

Baca juga: AHY Ketemu Zulkieflimansyah di NTB, Berpeluang Duet di Pilpres 2024?

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani misalnya, mengatakan Ridwan Kamil bisa langsung menjadi elite di partai berlambang Ka’bah itu jika bergabung dengan PPP tanpa harus berkompetisi dengan kader lain.

Ia menyebut partainya membuka pintu selebar-lebarnya jika Ridwan Kamil ingin bergabung ke PPP.

”Insyaallah kalau di PPP orang dengan kapasitas seperti Kang Emil akan langsung menjadi elite partai dan tidak banyak berkompetisi dengan kader-kader PPP lain," kata Arsul.

Arsul mengatakan di PPP sangat jarang orang yang memiliki kemampuan seperti Ridwan Kamil. Atas dasar itu, menurut Arsul akan sangat mudah bagi Ridwan Kamil masuk jajaran elite PPP.

"Ini karena di PPP masih sangat jarang, bisa dihitung dengan jari orang-orang yang memiliki background intelektual, keilmuan dan teknokratis seperti Kang Emil. Ini bisa dibandingkan dengan partai-partai lain yang orang-orang dengan background seperti itu sudah banyak sehingga harus terjadi kompetisi internal yang ketat lebih dulu untuk bisa tampil yang di depan," ujarnya.

Arsul menilai Ridwan Kamil adalah sosok yang memiliki kemampuan memimpin yang baik. Selain itu, Ridwan Kamil dinilai bisa membangun organisasi lebih baik lagi.

"Di PPP orang-orang seperti Kang Emil juga akan tertantang untuk membuktikan leadership-nya dengan membangun organisasi dan jaringan kepartaian yang lebih baik. Sehingga kalau terbukti maka itu menjadi modal bahwa siapapun termasuk Kang Emil dapat diyakini memiliki kemampuan leadership yang proven (terbukti)," ujarnya.

PAN dan Partai Golkar

Tak hanya PPP yang memberi tawaran. Partai Amanat Nasional (PAN) juga membuka pintunya lebar-lebar untuk Ridwan Kamil.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno mengatakan PAN dan Ridwan Kamil memiliki sejumlah kesamaan visi dan misi mengenai penanganan Covid-19.

Dalam beberapa kesempatan PAN dan Ridwan Kamil disebut telah melakukan diskusi dan dialog bersama.

"Mudah-mudahan, pembahasan kita, dialog kita dengan Kang Emil akan semakin mengerucut dengan harapan bahwa suatu ketika Kang Emil bersama-sama PAN dapat berjalan bersama-sama untuk mengerjakan karya-karya besar," ujar Eddy, Jumat 3 Desember 2021.

Sebelumnya Partai Golkar juga siap menyambut Ridwan Kamil jika mau bergabung dengan partai beringin itu.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengetakan, Golkar terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung selama orang tersebut memiliki kesamaan visi, dan ideologi dengan Golkar.

"Kami ini adalah partai terbuka. Kalau ada yang mau bergabung dengan visi yang sama bukan soal kepentingan ya, soal visi yang sama, membangun negara berdasarkan ideologi pancasila, kemudian bisa memahami doktrin-doktrin yang ada di partai, kami terbuka," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 2 Desember 2021.

Namun, Doli mengingatkan seseorang yang ingin bergabung dengan partai politik jangan dilandasi atas kepentingan tertentu.

Ketua Komisi II DPR RI itu juga menegaskan jangan bergabung dengan sebuah partai politik dengan harapan bakal diusung sebagai calon presiden 2024.

"Ya kan orang mau gabung parpol itu kan tentu tadi itu, harus berdasarkan dia mempunyai visi dan pandangan yang sama dengan partai itu, bukan karena kepentingan tertentu. Bahwa kemudian setelah gabung dengan partai ia ikuti proses soal rekrutmen tentang posisi-posisi politik, itu urusan lain," ujarnya.

Doli mengatakan bahwa Golkar telah memutuskan mendukung pencapresan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Hal itu sesuai hasil Munas 2019 dan Rapimnas 2021 Partai Golkar.

"Tapi saya tegaskan, kalau soal pilpres Golkar sudah punya keputusan, capres kita adalah pak Airlangga Hartarto," ujarnya.

Kenginan untuk masuk partai politik sebelumnya disampaikan Ridwan Kamil dalam acara Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 yang diselenggarakan UGM, di Sleman, Yogyakarta, Kamis 2 Desember 2021.

Ia mengatakan bakal masuk partai politik pada tahun depan. Emil juga mengaku siap jika nanti diusung dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Kalau ada partai, yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung ya, saya bismillah. Makanya saya sudah putuskan tahun depan saya akan masuk parpol," katanya.

Emil menyebut memiliki dua pilihan pada 2024 mendatang. Pertama maju kembali dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar, kedua ikut dalam Pilpres 2024.

Ia menyadari ada tiga persyaratan yang wajib terpenuhi sebelum bisa bertarung di level nasional.

"Satu elektabilitas dan kesukaan, dua ada logistik, mahal kan, triliunan untuk jadi presiden. Saya dengar tuh Rp8 triliun, duit dari mana Rp8 triliun, aduh. Yang ketiga, adalah partai yang mengusung, karena sistem demokrasinya seperti itu," ujarnya.

Mantan wali kota Bandung itu mengklaim memiliki elektabilitas dan pengalaman memimpin sebuah daerah dalam 10 tahun terakhir. Modal ini, kata Emil, yang akan terus dirinya maksimalkan dalam beberapa tahun ke depan.

"Nah jadi kalau ternyata kalau nomer satunya (elektabilitas dan kesukaan) baik, tiba-tiba saya diberi (syarat) nomor tiga, diusung partai untuk kepemimpinan nasional, ya saya tidak akan menolak. Kira-kira begitu," ujar Emil.

Namun, Emil belum tahu akan berlabuh di partai mana. Ia mengaku akan masuk ke partai yang berasaskan Pancasila. Beraliran tengah dan merangkul golongan kiri maupun kanan. Email tak masalah sekalipun dirinya dianggap abu-abu.

"Jadi kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung, yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua," katanya.

Keinginan Ridwan Kamil masuk partai politik itu dinilai wajar oleh Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani.

Apalagi Ridwan Kamil memiliki pengalaman menjadi kepala daerah setelah dua kali mengikuti dan memenangkan Pilkada. Kamhar mengatakan Demokrat akan menghormati partai pilihan Ridwan Kamil, tetapi juga tidak menutup peluangnya masuk ke Demokrat.

"Termasuk jika nantinya berketetapan hati menjadi bagian dari keluarga besar Partai Demokrat," ujar Kamhar.(tribun network/mam/dod)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved