Pilpres 2024

Partai Gerindra Buka Peluang Koalisi dengan PDIP di Pilpres 2024

Muzani tak memungkiri hubungan Gerindra dengan PDIP tak selalu berjalan mulus. Hubungan kedua partai pernah mengalami fase naik turun.

Editor: Dion DB Putra
ISTIMEWA via TRIBUNNEWS.COM
Ahmad Muzani 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Partai Gerindra membuka peluang berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) pada pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat peresmian kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Minggu 28 November 2021.

”Kita sama-sama bercita-cita membangun Indonesia. Kita juga sama-sama membela kepentingan rakyat. Jadi, kenapa kita tidak bekerjasama untuk mencapai tujuan itu? Untuk apa kita pengkerengan yang membuat kegaduhan, padahal kita bisa bekerjasama," kata Wakil Ketua MPR itu dalam keterangannya, Senin 29 November 2021.

Baca juga: Profil Letjen TNI Muhammad Herindra, Pendamping Prabowo Subianto Termasuk Lulusan Akmil Terbaik 1987

Baca juga: Prabowo Subianto Ikut Apresiasi Greysia Polii/ Apriyani Rahayu, Hal Ini Justru Jadi Sorotan

Muzani tak memungkiri hubungan Gerindra dengan PDIP tak selalu berjalan mulus. Hubungan kedua partai pernah mengalami fase naik turun.

”Kita pernah bekerjasama pada 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Ke depan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia," kata Muzani.

Muzani mengatakan cita-cita Gerindra yang belum terwujud yakni menjadikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden.

Ia menyampaikan harapannya dapat bekerja sama dengan PDIP untuk maksud tersebut. Dia menjelaskan, secara geografis Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta dan sekitar 17 ribu pulau.

Tidak mungkin satu kekuatan bisa menjangkau seluruhnya. "Itulah yang menyebabkan semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan. PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar," imbuhnya.

Berbicara mengenai kepentingan Partai Gerindra pada Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Tengah, Muzani menyebut Jawa Tengah adalah provinsi yang memiliki geopolitik yang khas.

Sejak Pemilu 1999 hingga 2019, PDIP selalu mendominasi Jateng sebagai pemenang pemilu. Berbeda dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa yang selalu bergantian pemenangnya dalam setiap pemilu.

Karena itu Muzani meminta Gerindra belajar dengan PDIP tentang cara mempertahankan kepercayaan rakyat seperti yang terjadi di Jawa Tengah.

"Gerindra Jateng harus belajar dari bagaimana PDIP Jateng mengelola kepercayaan rakyat sehingga selalu menang dalam setiap pemilu," katanya.

Muzani juga meminta kader Gerindra di Jateng terus merawat kebinekaan dan keberagaman bangsa sebagai kekuatan kita. Dia meminta kadernya mendahulukan kepentingan rakyat. Menurut Muzani, jika hal itu dikerjakan dengan baik, kepercayaan rakyat tidak luntur pada suatu partai.

"Kalau partai tidak bisa membuktikan itu dalam perjalan politiknya, maka kepercayaan rakyat akan lari. Itu sebabnya berkali-kali saya ingatkan Gerindra adalah partai rakyat. Gerindra besar karena kepercayaan rakyat. Sedapat mungkin kita harus menjadi kawan rakyat di kala suka atau duka. Jangan jauh dari rakyat apalagi khianati rakyat. Dengan begitu di Jateng paling tidak kita bisa menyaingi PDIP," ujar Muzani.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved