Breaking News:

Beda Pengakuan Yosef pada TV & Anak Soal Kunci Rumah di Malam Pembunuhan Subang, Rekaman Jadi Bukti

Yosef masih menjadi sosok yang paling dicurigai dalam kasus kematian Amalia Mustika Ratu dan Tuti Suhartini.

Penulis: Salma Fenty | Editor: Irsan Yamananda
TribunJabar/ist
Kondisi TKP pembunuhan Subang. 

TribunnewsBogor.com sudah mencoba mengkonfirmasi beda pernyataan ini pada kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat.

Sayang hingga pukul 09.30 WIB, Rabu (20/10/2021) pesan WhatsApp yang dikirim TribunnewsBogor.com hanya dibaca oleh Rohman Hidayat.

Kunci Diletakkan di Pot

Menurut Yosef satu-satunya orang yang memiliki kunci rumah tersebut adalah Tuti.

"Yang pegang kunci hanya satu-satunya, mamahnya di dalam, simpen di dalam," kata Yosef pada Aiman.

Yosef mengaku ia tak memiliki kunci rumah tersebut.

"Gak, gak, gak pegang ," aku Yosef.

Yosef menuturkan saat kejadian memang tak ditemukan kerusakan pada akses masuk rumah.

Malah di pintu belakang, kata Yosef, kunci masih menggantung di bagian dalam.

"Memang tidak ada sama sekali bekas kerusakan,

saya lihat pas ke belakang jadi si pintu belakang kuncinya ada, tergantung di dalam," kata Yosef.

Lain lagi pernyataan Yoris.

Kuburan Tuti dan Amel digali lagi demi cari bukti autopsi, Yoris dan Yosef kompak tak hadir
Kuburan Tuti dan Amel digali lagi demi cari bukti autopsi, Yoris dan Yosef kompak tak hadir (kolase TribunJabar/Youtube)

Menurut Yoris, Yosef lah yang memiliki kunci rumah.

"Papah sih," kata Yoris.

Yoris mengatakan kunci rumah kerap disimpan di pot bagian depan bila Tuti dan Amalia Mustika Ratu pergi.

"Jadi kadang kita berangkat suka disimpan di pot depan," kata Yoris.

Lokasi penyimpanan kunci itu pun, kata Yoris, hanya diketahui oleh keluarga inti.

"Yang tahu papah, keluarga inti," kata Yoris.

Marah-marah di Telepon

Dua bulan lebih sudah kasus pembunuhan Subang masih menjadi misteri.

Fakta demi fakta terungkap, tetapi polisi masih belum menemukan dalang kejam di balik pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Kesaksian tetangga tak sedikit yang menyudutkan Yosef.

Yosef, suami Tuti Suharini sekaligus ayah dari korban Amalia Mustika Ratu disebut-sebut sebagai saksi pertama yang ada di TKP.

Selain Yosef, Mimin, Yoris dan kerabat lainnya, warga sekitar pun turut memberikan kesaksiannya.

Dua di antaranya adalah Ujang, petugas kebersihan dan Ketua RT setempat, bernama Dede.

Keduanya merupakan saksi saat situasi pertama kali penemuan mayat di Subang berada di TKP, selain Yosef.

Kini Dede, Ketua RT Jalan Cagak itu mengungkapkan fakta baru adanya saksi lain bernama Wawan yang melihat Yosef menelepon sambil marah-marah.

Ketua RT itu pun menceritakan, saat menyaksikan situasi pertama kali mengetahui ada tragedi di rumah Yosef.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zaenal saat mengobrol dengan dua saksi tersebut, lewat kanal Youtube-nya yang diunggah (14/10/2021).

Indra Zaenal, Kepala Desa Jalan Cagak menanyakan awal mula penemuan jasad Tuti dan Amalia di lokasi bersama Yosef.

Kemudian, Ujang petugas kebersihan mulai menceritakan kronologi saat ia dimintai bantuan Yosef.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Nenek di Ladang Jagung, Polres Sumbawa Tangkap Tiga Orang

Ia mengatakan saat itu Yosef memanggil dari kejauhan, sekira tiga meter.

“Pak Ujang, Pak Ujang pang milariken bumi abdi itu, acak-acakan, pangningalikeun we lah,”

(Pak Ujang, Pak Ujang tolong lihat di rumah saya, seperti berantakan,)” ujar Ujang meniruka Yosef.

Setelah itu, kata Ujang Yosef berlari kecil ke dalam rumah, dan dirinya mengikutinya dari belakang.

Saat sampai di TKP, sementara Yosef masuk ke rumah, Ujang mengaku dirinya tak berani masuk.

Saat tiba Ujang mengaku tak melihat motor Yosef, namun ia melihat satu unit motor berada di dalam rumah.

Ia juga tidak melihat secara detail darah atau air mengalir di dalam rumah.

Ujang mengaku hanya melihat kondisi berantakan di ruang tamu yang agak berantakan.

Karena tak berani masuk ke dalam, Ujang memilih pergi mengecek situasi di belakang rumah.

Di sana ia melihat banyak darah sehingga membuatnya kaget hingga memutuskan untuk melapor ke Ketua RT setempat.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Nenek di Ladang Jagung, Polres Sumbawa Tangkap Tiga Orang

Kemudian Indra Zaenal bertanya apakah Ujang melihat genangan air yang ada di bawah mobil.

Ujang pun mengatakan saat di TKP di mobil Alphard tidak melihat bercak darah namun melihat genangan air tersebut.

Lanjut Ujang bercerita karena melihat darah yang masih segar itu, ia pun langsung berinisiatif melapor ke Ketua RT.

“Pak RT, Pak RT kaditu heula, di bumi Pak Yosef aya seeur darah,” ucap Ujang.

Setelah Ujang melapor Ketua RT, karena kondisi jalan, Dede memutuskan melewati jalan kebun di sekitar rumah TKP.

Melihat situasi di depan rumah sudah ramai, ia melihat kondisi TKP berada di belakang.

Di sana betapa terkejutnya Dede melihat banyaknya darah di pintu belakang.

Kemudian, Dede mulai menceritakan polisi meminta bantuannya untuk mengumpulkan para saksi, termasuk di antaranya para remaja.

Kemudian, Dede mengabsen satu per satu saksi yang ia kumpulkan tersebut.

Dede pun menceritakan adanya saksi bernama Wawan yang melihat Yosef menelepon sambil marah-marah.

Yosef di Desa Tambakan, Subang - Kakak korban pembunuhan di Subang, Jawa Barat menceritakan gelagat aneh adiknya sebelum ditemukan tewas.
Yosef di Desa Tambakan, Subang - Kakak korban pembunuhan di Subang, Jawa Barat menceritakan gelagat aneh adiknya sebelum ditemukan tewas. (TribunJabar)

Ia pun meminta kepada Wawan untuk mengatakan keterangan tersebut kepada polisi.

“Sok atuh Wan saurkeun anu nelepon enjing-enjing Pak Yosef teh, kumaha kronologina ka Pak Aep (polisi),” ujar Dede menirukan ucapannya saat itu.

Saat itu diakui Dede ia mengira Yosef marah-marah saat menelpon itu setelah ia dan Yosef melapor ke polisi.

Ternyata Dede mendapat keterangan dari Wawan yang melihat Yosef menelepon sambil marah-marah pagi-pagi sebelum Wawan narik muatan.

“Sanes Pak RT, tah Mang Ujang oge ngupingnya, abdi ti parapatan narik muatan arah ka kulon duka ka Jambu duka ka Ciseuti, ninggal Pak Yosef di SD Sawo ekeur nelepon ambek-ambekan, duka cenah nelepon saha-sahana mah,”

(Bukan Pak RT, kata Wawan, Ujang juga mendengar, saya dari perempatan jalan narik muatan ke arah jalan Jambu dan Ciseuti, melihat Pak Yosef di SD Sawo sedang menelepon sambil marah-marah, saya tidak tahu ia menelpon siapa),” tutur Dede menerikukan perkataan Wawan.

Dede pun menceritakaan saat itu Wawan akan menghampiri Yosef, namun karena situasi Yosef sedang marah-marah, ia pun langsung berangkat.

Setelah itu, kata Dede, Wawan justru menarik dirinya menuju Polres Subang melaporkan kejadian di rumah Yosef tersebut.

Dede menjelaskan, ia mengira Wawan melihat Yosef setelah ia melaporkan kejadian.

Ternyata kata Dede, Wawan melihat Yosef menelepon sambil marah-marah itu sebelum ia melapor.

2 Pria Ancam Bunuh Kapolsek karena Dangdutan Dibubarkan, Kini Pelaku Terancam Dipenjara

Lanjut Dede pun dari sana mengira Yosef sudah ada ada di sekitar TKP pagi-pagi.

“Jadi eta mah sateacan narik abdi, berarti enjing keneh, (jadi kejadian itu sebelum Wawan mengantarkan saya, berarti Yosef ada masih pagi-pagi,” ujar Dede.

Artikel lainnya terkait pembunuhan

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved