Breaking News:

Pemprov NTB Data Warga dan Pengusaha yang Menempati Aset Gili Trawangan

Setelah memutus kontrak dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) atas pengelolaan lahan 65 hektare, Pemprov NTB mulai mendata warga dan pengusaha

Dok. Dinsos NTB
PENDATAAN: Suasana pertemuan dan pendataan warga Gili Trawangan yang menempati lahan Pemprov NTB seluas 65 ha, Jumat (24/9/2021). (Dok. Dinsos NTB) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Setelah memutus kontrak dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) atas pengelolaan lahan 65 hektare, Pemprov NTB mulai mendata warga dan pengusaha yang menempati aset tersebut.

Pendataan menjadi langkah awal untuk penataan dan pengelolaan ulang aset tersebut.

Jumat, (24/9/2021) lalu,  Satgas Optimalisasi Aset  Pemprov NTB di Gili Trawangan menggelar pertemuan dengan masyarakat dan pengusaha setempat.

Pertemuan dipimpin Kepala Dinas Sosial NTB Ahsanul Khalik, selaku Ketua Satgas Optimalisasi Aset Gili Trawangan.

Dalam pertemuan itu, Khalik menjelaskan, setelah pemutusan kontrak dengan PT GTI, gubernur menginginkan warga Gili Trawangan menjadi tuan di daerahnya sendiri.

Baca juga: VIRAL Mertua Tendang Wajah Menantu saat Akad Nikah di Bima, Ternyata Ini Penyebabnya

Pendataan dilakukan terhadap masyarakat dan pengusaha yang berada di lahan tersebut.

Tujuannya, supaya pengelolaan Gili Trawangan sebagai destinasi wisata dunia melibatkan masyarakat.

”Tentunya, bisa menjadi angin segar bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat,” kata Khalik.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Kesbang Poldagri, BPKAD, Biro Hukum, dan Satpol PP NTB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved