Breaking News:

Strategi NTB Pulihkan Ekonomi, Angkat Produk Lokal hingga Utang Rp 750 Miliar

Sejumlah langkah ditempuh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
GELIAT PEMBANGUNAN: Aktivitas pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Bandara Lombok dengan KEK Mandalika, Senin (6/9/2021). Proyek jalan ini dikerjakan Kementerian PUPR untuk mempermudah akses jalan ke Sirkuit Mandalika. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sejumlah langkah ditempuh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023.

Satu di antaranya memperbanyak program yang mempunyai daya ungkit terhadap perekonomian.

Memberdayakan dan meningkatkan kualitas usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Salah satu ikhtiar Pemprov NTB adalah memberdayakan pelaku UMKM melalui promosi produk-produk lokal sehingga mampu bersaing di pasar global," kata Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah, usai membacakan Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD Perubahan 2021, pada rapat Paripurna DPRD NTB, Selasa (7/9/2021).

Upaya lainnya yakni dengan meminjam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Total utang tersebut mencapai Rp 750 miliar.

Baca juga: TNI Angkatan Udara RI dan Tentara Amerika Serikat Latihan Bersama di Lombok

Dana pinjaman dipakai untuk pembangunan rumah sakit dan infrastruktur jalan di NTB.

Seperti penyelesaian pembangunan jalan provinsi dengan pola tahun jamak.

Sebanyak 13 paket pekerjaan prioritas dilaksanakan di pulau Lombok dan Sumbawa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved