Breaking News:

Virus Corona di NTB

Jika Naikkan Tarif Tes PCR, Laboratorium di NTB Bisa Kena Sanksi Tegas  

Dinas Kesehatan NTB tetapkan batas tarif tertinggi PCR sebesar Rp 525 ribu, jika laboratorium melanggar akan ditindak tegas

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Lalu Hamzi Fikri soal tarif PCR 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan batas tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp 525 ribu.

Bila ada laboratorium yang mengenakan tarif lebih dari itu, maka akan dikenakan sanksi tegas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, penentuan batas tarif tertinggi diatur pemerintah untuk memudahkan masyarakat.

Sehingga ketentuan tersebut harus dipatuhi semua pihak.

Baca juga: RS Mandalika Ditargetkan Beroperasi 2 Bulan Sebelum World Superbike 2021 Digelar

Baca juga: Harga Tes PCR di NTB Rp 525 Ribu, Pemerintah Daerah Diminta Awasi Pelaksanaan

Guna memastikan pemberlakuan tarif sesuai ketentuan, pemerintah kabupaten/kota punya kewenangan melakukan pengawasan dan pembinaan.

Jika ada yang melanggar ketentuan tersebut, tentu akan ada sanksinya.

”Kita jalankan mekanisme evaluasi bagi fasilitas kesehatannya,” katanya, Jumat (20/8/2021).  

Tonton juga:

Bila pengelola laboratorium tidak mengikuti ketentuan tentu akan ditegur secara tertulis.

”Finally, jika masih melanggar setelah ditegur secara tertulis, bisa di-take down atau akunnya di cabut oleh Litbangkes pusat,” tegasnya.

Karenanya, dia berharap penyelenggara yang diberikan kewenangan melakukan tes PCR di NTB mematuhi ketentuan terbaru.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved