Breaking News:

Virus Corona di NTB

PPKM Level 4 Mataram Diperpanjang, Gubernur NTB Siapkan 20 Ribu Paket JPS Mini bagi Pedagang

Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, Pemprov NTB menyiapkan 20 ribu paket sembako

Dok. Pemprov NTB
BANTUAN: Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah (tengah) berbicara dengan asosiasi pedagang kaki lima NTB, di kantor gubernur NTB, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, Pemprov NTB menyiapkan 20 ribu paket sembako.

Paket bantuan tersebut akan dibagikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak kebijakan PPKM Level 4 tersebut.

Di Provinsi NTB hanya Kota Mataram yang masuk kategori PPKM Level 4, sementara daerah lain tidak.

“Karena PPKM membatasi kegiatan masyarakat terutama pedagang, karena itu pemerintah akan tetap membantu dengan memberikan paket sembako,” kata  Zulkieflimansyah, saat menerima Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Provinsi NTB, di ruang rapat utama kantor gubernur NTB, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: PPKM Level 4 Kota Mataram Diperpanjang hingga 9 Agustus, Tidak Ada Daerah Darurat Baru di NTB

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 9 Agustus, Status Kota Mataram Belum Jelas

Dia meminta APKLI segera mempersiapkan data anggota yang berhak mendapatkan bantuan. Sehingga pemerintah dapat segera memproses penyaluran bantuan.

Tonton juga:

“APKLI langsung saja persiapkan data mana saja yang harus dibantu dari segi permodalan, penagihan, supaya kita bisa langsung bekerja, langsung konkret, data kabupaten/kota,” tegas Zulkieflimansyah.

Bantuan sosial berupa paket sembako itu disebutnya sebagai bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mini.

Baca juga: VIRAL Pedagang Cilok Pakai Jas ala Pejabat di Mataram, Cara Bertahan dari Pandemi dan PPKM Darurat

Bantuan itu diinisiasi Pemprov NTB bersama dengan berbagai stakeholder, seperti Baznas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah, dan pihak lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved