Breaking News:

Jemaah Calon Haji Batal Berangkat, Masa Tunggu Haji di NTB Tambah Lama hingga 34 Tahun

Keputusan Menteri Agama RI membatalkan pengiriman Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2021 tidak hanya membuat ribuan jamaah batal berangkat.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
JAMAAH HAJI: Petugas melakukan perekaman data calon jemaah haji di Asrama Haji NTB sebelum diberangkatkan pada musim haji tahun 2018 silam. Sebelum pandemi Covid-19 melanda. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Keputusan Menteri Agama RI membatalkan pengiriman Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2021 tidak hanya membuat ribuan jamaah batal berangkat.

Keputusan tersebut juga membuat masa tunggu haji tambah lama.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masa tunggu haji bertambah dari 32 tahun menjadi 34 tahun.

Bila warga mendaftarkan haji tahun ini, dia baru bisa berangkat 34 tahun yang akan datang.

Molornya masa tunggu haji ini disebabkan pembatalan pemberangkatan jamaah calon haji dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Sebanyak 4.400 Jemaah Calon Haji asal NTB Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini  

”Waktu tunggu jamaah calon haji di NTB Insya Allah menjadi 34 tahun, sebelumnya 32 tahun,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB KH Muhammad Zaidi Abdad, Kamis (3/6/2021).

Penundaan pengiriman jamaah haji, kata Zaidi, sangat berpengaruh terhadap masa tunggu haji.

Sebab meski pengiriman jamaah haji tidak dilakukan dalam dua tahun terakhir, jumlah warga yang mendaftar haji tidak pernah berkurang.

SEBELUM PANDEMI: Petugas memeriksa kondisi kesehatan calon jamaah haji di Asrama Haji NTB sebelum diberangkatkan pada musim haji tahun 2018 silam. Waktu itu belum ada pandemi Covid-19.
SEBELUM PANDEMI: Petugas memeriksa kondisi kesehatan calon jamaah haji di Asrama Haji NTB sebelum diberangkatkan pada musim haji tahun 2018 silam. Waktu itu belum ada pandemi Covid-19. (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

”Setiap bulan di NTB itu jamaah kita (mendaftar) ada 1.400-an orang. Ini di NTB saja,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved