Breaking News:

Batal Putus Kontrak Investor Gili Trawangan, Pemprov NTB Pilih Addendum Perjanjian Kerja Sama

Keinginan memutus kontrak kerja sama dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) urung dilakukan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

TribunLombok.com/Sirtupillaili
INVESTOR: Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah (tengah) memberikan keterangan bersama Kajati NTB Tomo Sitepu (kiri), di kantor gubernur NTB, Kamis (3/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Keinginan memutus kontrak kerja sama dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) urung dilakukan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian panjang, Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah memutuskan untuk meng-addendum kontrak kerja sama dengan investor PT GTI, yang diteken tahun 1995 itu.

”Pemerintah provinsi memilih penyelesaian ini dengan pertimbangan matang bersama Kejaksaan Tinggi," ujar Zulkieflimansyah, dalam keterangan pers, di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, Kamis (3/6/2021).

Dengan addendum perjanjian tersebut, berarti akan ada tambahan klausul atau pasal dalam perjanjian yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokoknya.

Tapi secara hukum tetap berlaku sebagai perjanjian sah dan mengubah perjanjian sebelumnya.

Salah satu klausul yang akan ditambah yakni mengenai nilai royalti yang harus disetor PT GTI ke Pemprov NTB.

Baca juga: Mau Lolos Tes CPNS dan PPPK 2021? Tips Para Tutor Ini Perlu Dipahami Calon Peserta

Zulkieflimansyah menjelaskan, sebelum memutuskan addendum, opsi lain seperti pemutusan kontrak dan berperkara di pengadilan telah menjadi  pertimbangan.

Tapi addendum akhirnya dipilih dengan tiga pokok pertimbangan, yakni tidak merugikan pemerintah daerah sebagai pemilik aset, tetap menghargai perjanjian kerja sama dengan investor, serta tidak merugikan masyarakat yang telah menempati sebagian lahan PT GTI.

Keputusan tersebut juga diambil setelah menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved