Breaking News:

Toko Warga di Lombok Tengah Hangus Terbakar, Berawal saat Anaknya Tuangkan Bensin

Sebuah toko milik Maesarah (35), di Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah hangus terbakar.

(Dok. Polsek Praya Tengah)
LUDES: Toko milik warga di Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah terbakar, Selasa (11/5/2021). (Dok. Polsek Praya Tengah) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Sebuah toko milik Maesarah (35), di Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah hangus terbakar.

Kejadian berawal ketika anak pemilik toko, RS (13) menuang bensin dekat tabung gas, Selasa (11/5/2021).

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 Wita, ketika anak korban sedang menuang BBM jenis premium ke wadah botol untuk dijual eceran.

LUDES: Toko milik warga di Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah terbakar, Selasa (11/5/2021). (Dok. Polsek Praya Tengah)
LUDES: Toko milik warga di Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah terbakar, Selasa (11/5/2021). (Dok. Polsek Praya Tengah) (Dok. Polsek Praya Tengah)

"Tiba-tiba timbul percikan api dari sela barang dagangan jenis gas dan menyambar BBM yang sedang dituang sehingga korban lari berteriak meminta bantuan warga sekitar," kata Kapolsek Praya Tengah Ipda Geger MP. Suringgana, dalam keterangan persnya, Selasa (11/5/2021).

Oleh warga sekitar, lanjutnya, api berusaha dipadamkan dengan alat seadanya.

Sekitar 30 menit, 2 unit pemadam kebakaran Lombok Tengah tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.

"Sekitar 30 menit api dapat dipadamkan," katanya.

Baca juga: Jangan ke Senggigi saat Libur Lebaran, Polisi akan Lakukan Penyekatan

Baca juga: Ditinggal Beli Baju Lebaran, Mobil Pikap Warga Lombok Tengah Dibawa Pencuri

Baca juga: Menjelang Idul Fitri, Tim Kelelawar Polres Lombok Barat Bubarkan Lomba Gangsing

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun barang-barang jualan korban semuanya ikut terbakar.

Diperkirakan korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 50 juta.

Toko kelontong ini menjual kebutuhan pokok dan berbagai keperluan sehari-hari.

Atas kejadian itu, korban hanya bisa pasrah.

Informasi sementara, kebakaran terindikasi akibat kelalaian anak korban yang menuangkan bensin di dekat barang-barang yang mudah terbakar seperti gas, BBM, dan counter handphone.

Berita terkini di NTB

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved