Breaking News:

Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Mataram Gelar Pertunjukan Wayang Sasak Virtual

Memperingati hari kebebasan pers sedunia tahun 2021, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram gelar pentas wayang sasak virtual

TribunLombok.com/Sirtupillaili
WAYANG BOTOL: Dalam tangkapan layar, salah satu adegan dimana wayang botol yang terbuat dari botol plastik menyaksikan aksi unjuk rasa para jurnalis mengecam kekerasan terhadap pers, Minggu (2/5/2021). 

Mereka membuat aturan-aturan yang mengacaukan tatatan hidup. Mereka menghisap segala sumber daya, termasuk daya hidup rakyatnya.

Para penguasa dalam kisah itu hanya memikirkan nikmat dunia semata, tidak peduli dengan nasib rakyat kecil.

Suara-suara penyadaran akan dibungkam, termasuk para jurnalis yang ingin mewartakan kebenaran.

Sekretaris AJI Mataram Muhammad Kasim mengatakan, WPFD yang diperingati setiap 3 Mei 2021 menjadi momentum untuk merefleksikan kondisi kebebasan pers saat ini.

”Peringatan WPFD di NTB masih menyisakan catatan buruk  bagi pewarah atau jurnalis di NTB,” kata Kasim.

Kasus kekerasan pers Indonesia masih terus terjadi. Bahkan baru-baru ini, seorang jurnalis dipukul oknum anggota Satpol PP Lombok Timur saat akan liputan di kantor Bupati Lombok Timur.

”Contoh nyata kekerasan pers dialami salah satu Jurnalis insidelombok di Lombok Timur. Dia dicekik dan dipukul saat meliput. Ini tidak bisa dianggap sepele," kata M Kasim.

Ia juga menyinggung kekerasan yang dialami Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya.

Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Itu membuktikan ketidakseriusan aparat dalam menangani setiap kasus kekerasan yang dialami jurnalis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved