Selama Larangan Mudik di Ramadhan 1442 H, Bandara Lombok Tetap Beroperasi

Selama masa pelarangan mudik, 6-17 Mei 2021, Bandara Internasional Lombok dipastikan tetap beroperasi.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
PROTOKOL KESEHATAN: Petugas KKP Mataram memeriksa surat keterangan rapid test Covid-19 para calon penumpang di Bandara Internasional Lombok, Jumat (15/1/2021).   

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Selama masa pelarangan mudik, 6-17 Mei 2021, Bandara Internasional Lombok dipastikan tetap beroperasi.

Tapi yang dilayani hanya pesawat tertentu. Bukan pesawat komersial.

"Bandara Lombok tetap beroperasi untuk melayani penerbangan khusus saat larangan mudik diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021 nanti," kata Manajer Humas AP I Bandara Internasional Lombok Arif Haryanto, Selasa (20/4/2021).

Penerbangan khusus yang dimaksud antara lain, penerbangan pimpinan lembaga tinggi dan tamu kenegaraan.

Penerbangan repatriasi, serta penerbangan yang berhubungan dengan operasional penegakan hukum dan ketertiban.

Serta pelayanan darurat dan angkutan kargo.

Baca juga: Mantan Kadis Pertanian Kembali Diperiksa Kejati NTB, Satu Tersangka Mangkir karena Covid-19

Arif mengatakan, selaku pengelola bandara, mereka mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Penerbangan komersial dipastikan akan tutup selama larangan mudik berlaku.

Dimana Kementerian Perhubungan melarang maskapai penerbangan mengoperasikan angkutan niaga dan non-niaga selama mudik Lebaran 6-17 Mei 2021.

"Baik rute domestik maupun internasional," katanya.

Baca juga: Bupati Lombok Tengah Penuhi Panggilan Penyidik Polda NTB Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Baca juga: Rp 1,9 Triliun DAK Fisik untuk NTB Terancam Hangus, Tenggat Waktu 10 Pemda sampai Juli

Arif Haryanto menyebutkan, saat ini rata-rata penumpang yang berangkat dan tiba di Bandara Lombok sekitar 3.000 penumpang per hari dan 32 pergerakan pesawat per hari.

Artinya jika dikalikan 12 hari, ada potensi 384 pergerakan pesawat yang hilang selama periode itu.

Tapi Arif Haryanto tidak memastikan memastikannya.

"Belum pasti seperti itu hitungannya," katanya.

Maskapai sendiri belum memastikan maskapainya berhenti total atau masih beroperasi sebagian untuk melayani penerbangan khusus.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved