Breaking News:

Pria Tutup Jalan Umum di Depan Rumahnya dengan Tembok karena Kesal Diklakson saat Keluarkan Mobil

Tak tanggung-tanggung, tembok batu bata yang dibangun untuk menutup jalan dekat rumahnya setinggi 2,5 meter.

Editor: Wulan Kurnia Putri
KOMPAS.COM
Seorang pengendara motor terpaksa putar balik karena jalan umum ditembok 

Rahmat menceritakan, awalnya pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru memasang traffic light atau lampu merah di ujung jalan di pertigaan Jalan Kaharuddin Nasution dengan Jalan Pasir Putih.

"Dia marah kenapa orang Dishub tidak minta izin pasang lampu merah di simpang jalan itu. Karena itu tanah dia," sebut Rahmat.

Penyebab kedua, Sayuti pernah keluar dari rumah dengan mobil.

Ketika mundur ke arah jalan, tiba-tiba diklakson pengendara lain lalu Sayuti marah.

"Waktu itu dia marah-marah diklakson hingga terjadi macet. Dia bilang ini tanah saya, jalan saya, kamu mau apa, katanya ke pengendara lain. Kata pengendara yang melintas, kalau itu tanah bapak tutup saja jalannya. Rupanya memang dibuktikan dan ditutupnya jalan," cerita Rahmat.

Dia mengatakan, jalan tersebut adalah jalan umum.

Berdasarkan sertifikat tanah, batasnya jalan.

"Tapi saya tidak tahu tanah dia apakah dibikin jalan atau dibikin tanah dia semuanya (dalam sertifikat). Tapi kami belum lihat surat tanah yang aslinya," kata Rahmat.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan lurah dan aparat lainnya di Kelurahan Penghentian Marpoyan.

Waktu itu, Sayuti cuma memperlihatkan surat tanah yang sudah lama.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved