Breaking News:

Temui Bahan Berbahaya, BBPOM Mataram Sita Kerupuk Seharga Rp 60,7 Juta dan Terasi Rp 63,3 Juta

BBPOM di Mataram bersama tim gabungan menyita sejumlah produk pangan mengandung bahan berbahaya

Dok. BBPOM di Mataram
BAHAYA: Kepala BBPOM di Mataram Zukifli (tengah) menunjukkan kerupuk dan terasi yang mengandung bahan berbahaya, dalam keterangan pers, Senin (15/2/2021). 

”Semuanya, dari 118 sampel terasi, ditemukan 35 sampel positif mengandung Rhodamin B,” ungkapnya.

Kerupuk Mengandung Boraks

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bisa Rusak saat Penyimpanan, Ini Penjelasan BBPOM di Mataram

Sampling dan uji pun dilakukan terhadap 201 sampel kerupuk di sejumlah pasar.

Ditemukan 112 sampel positif boraks, baik kerupuk produksi lokal maupun luar daerah.  

Tim pun memeriksa distributor kerupuk UD Mamben di Mandalika, Bertais, Kota Mataram.

Di UD ini petugas menemukan stok produk sebanyak 972 bal kemasan 2,5 kg dan 5 kg senilai total Rp 51,8 juta.

Sumber pengadaan diketahui dari pemasok di Surabaya dan Jember, Jawa Timur.

”Total nilai ekonomi kerupuk yang diamankan di Pasar Mandalika Bertais Rp. 60,7 juta,” katanya.

Mie Basah

Di samping itu, dilakukan sampling dan uji terhadap 14 sampel mie basah.

Halaman
1234
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved