Wisata Lombok
5 Desa Adat di Lombok yang Bisa Kamu Kunjungi di Akhir Pekan
Berikut 5 desa adat di Lombok yang bisa kamu kunjungi dalam satu atau dua hari akhir pekan.
TRIBUNLOMBOK.COM - Pulau Lombok yang dikenal dengan pantai-pantainya yang memukau dan keindahan Gunung Rinjani ini ternyata menyimpan pesona lain yang tak kalah menarik, desa-desa adat dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga kuat hingga kini.
Kalau kamu sedang mencari ide liburan akhir pekan yang berbeda lebih dari sekadar duduk santai di pantai atau staycation di hotel, mengunjungi desa adat di Lombok bisa menjadi pilihan menyegarkan.
Tidak hanya menyuguhkan pemandangan alami yang memesona, kamu juga akan diajak menyelami tradisi hidup masyarakat Sasak yang sarat nilai budaya.
Berikut 5 desa adat di Lombok yang bisa kamu kunjungi dalam satu atau dua hari akhir pekan.
1. Desa Sade (Lombok Tengah)
Desa Sade berlokasi di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa ini terletak di samping Jalan Raya Praya-Kuta, membuatnya mudah dijangkau dan merupakan bagian dari destinasi wisata Suku Sasak.
Desa ini mungkin adalah ikon budaya Sasak yang paling terkenal. Terletak di jalur menuju Mandalika, hanya 15 menit dari Bandara Lombok, Desa Sade cocok dijadikan destinasi singkat saat akhir pekan atau sebelum/selesai nonton MotoGP.
Rumah tradisional dengan atap ilalang, lantai tanah yang dilumuri kotoran kerbau, serta penduduk yang masih mengenakan busana adat membuatmu serasa kembali ke masa lalu. Jangan lupa membeli tenun ikat khas Lombok yang ditenun langsung oleh warga lokal sebagai oleh-oleh.
2. Desa Ende (Lombok Tengah)
Desa Ende terletak di sebuah dusun di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasinya tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.
Hanya sekitar 7 km dari Sirkuit Mandalika, Desa Ende menawarkan nuansa yang lebih tenang namun tetap kaya tradisi. Dengan 30 rumah tradisional bernama bale tani, kamu akan belajar bahwa pintu rendah yang mengharuskan tamu menunduk adalah simbol penghormatan dalam budaya Sasak.
Kegiatan menarik seperti menenun (nyensek), menonton pertunjukan Peresean hingga mencoba lantai rumah yang masih dilumuri kotoran sapi menjadi pengalaman yang tidak kamu temukan di tempat lain.
3. Desa Bayan (Lombok Utara)
Desa Bayan terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bayan bukan hanya salah satu desa adat tertua di Lombok, tapi juga menjadi pusat penyebaran Islam awal di pulau ini. Masjid Bayan Beleq yang berusia lebih dari 300 tahun menjadi bukti nyata sejarah yang hidup.
Vitamin Sea di Pantai Malimbu: Jernih, Sunyi, dan Menawan |
![]() |
---|
Indahnya Senja di Hamparan Pasir Putih Pantai Nipah |
![]() |
---|
Big Bike Lombok dan Zita Anjani & The Hunters Promosi Wisata dengan Touring Keliling Lombok |
![]() |
---|
Wisata Alam Hutan Sesaot: Udara Segar, Asri, dan Pemandian Alami |
![]() |
---|
Wisata Berkuda Karang Bayan Tawarkan Banyak Wahana, Berkuda, Main ATV hingga Rafting |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.