Selasa, 2 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

MotoGP 2026

Bezzechi, Diggia, Bagnaia Kompak Waspadai Comeback Marquez

Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/MOTOGP
PEMIMPIN KLASEMEN - Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin menyalip rekan setimnya Marco Bezzechi dalam seri MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (10/5/2026). Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan. 

Ringkasan Berita:
  • Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan.
  • Namun Marquez sendiri menegaskan belum fit secara penuh.

TRIBUNLOMBOK.COM - Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mendapat izin untuk turun dalam sesi latihan bebas pertama MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5/2026). 

Namun Marquez sendiri menegaskan  belum fit secara penuh. 

Evaluasi medis lanjutan masih akan dilakukan pada Jumat pagi sebelum sesi dimulai.

Sang juara dunia bertahan pun berbicara terbuka tentang kondisi fisiknya pasca dua operasi, sekaligus menanggapi pertanyaan apakah ia masih layak disebut penantang gelar MotoGP 2026

Para rivalnya, Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan.

Defisit 85 poin bukan akhir dari segalanya ketika berbicara tentang rider bernomor 93 tersebut.

Baca juga: Marc Marquez Comeback di MotoGP Italia, Sang Adik Masih Absen

"Kami semua tahu apa yang mampu dilakukan Marc ketika ia berada dalam kondisi terbaiknya," demikian nada umum yang muncul dari ketiga pesaingnya di media day.

Marquez sendiri memilih berfokus membangun momentum dan kepercayaan diri secara bertahap, daripada terbebani tekanan mengejar klasemen.

Bezzecchi: Mimpi yang Ingin Dijaga Tetap Membumi

Marco Bezzecchi memimpin klasemen kejuaraan dunia sebagai pembalap Italia, di sirkuit kandang paling bergengsi di kalender MotoGP. 

Keunggulan 15 poin atas rekan setimnya Jorge Martin memberikan ketenangan sekaligus tekanan.

Ia sangat sadar betapa besarnya arti Mugello tidak hanya bagi dirinya secara personal, tetapi juga bagi Aprilia sebagai pabrikan yang belum pernah merasakan kemenangan di sirkuit ini. 

Menjadi orang yang mengukir sejarah itu adalah sesuatu yang diakui Bezzecchi sebagai impian. 

Namun ia tidak mau membiarkan impian itu menggerogoti konsentrasinya di lintasan.

"Mimpi itu ada. Tapi saya tidak ingin terlalu terbawa suasana," ujar Bezzecchi kepada media dikutip dari laman MotoGP.com.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved