Tribun Network Gelar TPAAF 2026, Optimalkan Sport Science untuk Data Statistik Pemain
Kompetisi Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 (TPAAF 2026) akan mengoptimalkan sport science dan data statistik individu.
Ringkasan Berita:
- Kompetisi Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 (TPAAF 2026) akan mengoptimalkan sport science dan data statistik individu untuk mendukung analisis performa serta perkembangan pemain pelajar.
- Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, mendukung langkah ini karena data analytics dinilai sebagai masa depan olahraga dan penting untuk pembinaan usia muda.
TRIBUNLOMBOK.COM - Kompetisi futsal antarpelajar SMA besutan Tribun Network, Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026, bakal mengoptimalkan penerapan sport science.
Sport science yang digunakan nantinya bertujuan untuk menunjang data statistik individu pemain.
Seperti diketahui, di era olahraga modern saat ini, peran sport analyst melalui data statistik menjadi landasan penting bagi pelatih dalam menilai kualitas dan perkembangan pemain.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menyambut baik rencana pengoptimalan statistik pemain dalam kompetisi TPAAF 2026.
“Soal statistik dan sport science, ini adalah masa depan olahraga. Di tim nasional, kami sudah menggunakan data analytics untuk menganalisis performa pemain secara detail,” ujar Michael dalam podcast bersama Tribunnews, Selasa (24/2/2026).
“Kami sangat mendukung jika pendekatan ini mulai dikenalkan di kompetisi pelajar. Bukan untuk mencari pemain timnas, tetapi untuk membantu pemain berkembang,” sambungnya.
Michael menegaskan bahwa dalam kompetisi futsal antarpelajar, aspek yang paling penting untuk ditekankan adalah bagaimana pemain dapat berkembang.
Menurutnya, pengembangan kualitas di usia muda memiliki peran yang sangat krusial.
Dari proses tersebut, apabila kualitas pemain telah terbentuk dengan baik, para pencari bakat akan mulai melirik mereka untuk bergabung dengan klub profesional atau bahkan memperkuat Timnas Indonesia, baik dari kelompok usia U-19 hingga level senior.
“Fokus utama kompetisi pelajar adalah pengembangan individu dan tim, bukan tekanan berlebihan soal timnas. Kalau fondasinya kuat, ujungnya tetap ke tim nasional,” terangnya.
Sementara itu, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, juga menyambut positif penerapan sport science dalam gelaran TPAAF 2026.
Ia menilai data statistik individu saat ini memiliki peran yang sangat penting.
"Ya, itu bagus. Karena dengan statistik, kita jadi tahu berapa passing sukses, berapa banyak peluang mencetak gol, gol, assist, hingga aspek bertahan. Soal penerapannya seperti apa, nanti kita jalani bersama, karena ini juga masih tahap awal,” ujar Dahlan Dahi.
Sebagai informasi, kompetisi Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) akan segera bergulir pada tahun ini.
Ajang tersebut direncanakan berlangsung di 20 kota dan diikuti lebih dari 700 tim pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
CEO Tribun Network Dahlan Dahi
CEO Tribun Network
futsal
Tribun Putih Abu-Abu Futsal
Federasi Futsal Indonesia
| Sparing Futsal Berujung Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari Lombok Barat |
|
|---|
| SMAN 2 Mojokerto Pertahankan Gelar Juara AXIS Nation Cup 2025 |
|
|---|
| Puluhan Sekolah di NTB Ikuti Turnamen Futsal AXIS Nation Cup 2025 |
|
|---|
| CEO Tribun Network Dahlan Dahi Terpilih Menjadi Anggota Dewan Pers Priode 2025-2028 |
|
|---|
| Juara Tanpa Sang Ibu, Romi Tak Kuasa Menahan Tangis saat Tiba di Kampung Halaman di Lombok Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/CEO-Tribun-Network-Dahlan-Dahi-bersama-dengan-Ketua-Umum-Federasi-Futsal-Indonesia.jpg)