PDAM Lombok Tengah Jamin Tarif Layanan Tidak Naik
Diperlukan proses panjang yang melibatkan analisis mendalam serta persetujuan dari pemerintah daerah apabila ada kenaikan tarif PDAM
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Diperlukan proses panjang yang melibatkan analisis mendalam serta persetujuan dari pemerintah daerah apabila ada kenaikan tarif PDAM.
- Kenaikan harga barang dan jasa sebenarnya memerlukan kajian terhadap tarif saat ini agar dapat disesuaikan dengan biaya operasional.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan tarif air bersih bagi pelanggan pada tahun 2026 ini.
Meskipun kondisi ekonomi saat ini tengah dibayangi inflasi dan kenaikan harga barang, pihak manajemen memastikan tarif tetap stabil untuk sementara waktu.
Pihak PDAM mengakui bahwa kenaikan harga barang dan jasa sebenarnya memerlukan kajian terhadap tarif saat ini agar dapat disesuaikan dengan biaya operasional.
“Sampai sejauh ini belum ada rencana kenaikan tarif kita. Poinnya belum ada kenaikan tarif di PDAM Lombok Tengah khususnya,” ucap Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: PDAM Lombok Tengah Siapkan Langkah Menjaga Kualitas Air Saat Musim Hujan
Terkait adanya potensi kenaikan di masa mendatang, Bambang menjelaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan secara mendadak.
Diperlukan proses panjang yang melibatkan analisis mendalam serta persetujuan dari pemerintah daerah.
“Kalau bicara potensi ya tentu semua ada potensi, tapi kan panjang prosesnya itu. Jadi tidak serta-merta kalau misalnya hari ini mau naik tarif, tidak bisa begitu. Harus ada kajian, dihitung dulu seperti apa, dan itu pun kalau disetujui nanti Peraturan Bupatinya," jelasnya lebih lanjut.
Tantangan Debit Air
Memasuki musim kemarau, PDAM Lombok Tengah memang sedang menghadapi tantangan ganda, di antaranya penurunan debit air dan peningkatan biaya operasional.
Penurunan debit air ini sangat bergantung pada kondisi alam.
Di sisi lain, kenaikan harga barang dan jasa akibat inflasi termasuk bahan kimia pengolahan seperti kaporit turut membebani biaya operasional perusahaan.
Secara umum, biaya produksi air bersih rentan terhadap faktor eksternal.
Berdasarkan data tambahan, bahan kimia seperti polyaluminum chloride (PAC), pompa air, hingga suku cadang impor harganya sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah.
Pelemahan rupiah dapat memicu pembengkakan biaya produksi per kubik secara signifikan.
Menyikapi kondisi musim kemarau dan situasi ekonomi masyarakat, PDAM mengimbau pelanggan untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih.
| Kafilah Kota Mataram Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah |
|
|---|
| Kajari Lombok Tengah Tinjau Korban Dugaan Perundungan di Ponpes, Dukung Pengusutan Tuntas Kasus |
|
|---|
| Tanpa Petahana, Pilkada 2029 di Tiga Daerah NTB Diprediksi Sengit |
|
|---|
| Pawai Ta'aruf Meriahkan Pembukaan MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah |
|
|---|
| Tanggapi Temuan HWDI, Pemkab Lombok Tengah Janji Lengkapi Fasilitas Ramah Disabilitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/bambang_pdam_lombok_tengah_3298282872.jpg)