Sirkuit Mandalika
11 Pembalap Indonesia Dapat Wildcard di ARRC Mandalika 2025: Ada Eks Pembalap Moto2 Berdarah NTB
Tiga pembalap Indonesia berhasil memimpin klasemen pada tiga kelas utama, yakni Underbone 150cc, Asia Production 250cc (AP250).
Penulis: Sinto | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kejuaraan balap motor bergengsi Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 tengah memasuki babak penting setelah putaran di Motegi, Jepang.
Berdasarkan klasemen sementara, menunjukkan sebuah pencapaian membanggakan.
Tiga pembalap Indonesia berhasil memimpin klasemen pada tiga kelas utama, yakni Underbone 150cc, Asia Production 250cc (AP250), dan Supersport 600cc (SS600). Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di arena balap motor Asia.
Dominasi Indonesia ini kemudian diikuti dengan diberikannya 11 tiket Wildcard agar mereka bisa berlaga di ARRC Seri Mandalika. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Dimas Ekky Pratama, eks pembalap Moto2 berdarah NTB. Dimas Ekky Pratama turun di kelas SS600 bersama MS Glow For Men Racing Team.
Berikut 11 pembalap Indonesia yang berhasil mendapatkan tiket Wildcard ARRC Mandalika: Dimas Ekky Pratama (SS600) - MS Glow For Men Racing Team, Argiya Farrel (UB150) - Yamaha LFN HP969 Racing Team, Wilman Hammar (AP250) - Gemilang Green Plavon V-Reinz, Gerry Salim (AP250).
Baca juga: MGPA Berangkatkan 4 Putra NTB untuk Bertugas di ARRC Malaysia
MS Glow For Men Racing Team, Hendra "Eenk" Rusady (UB150) - Wasaka Racetech, M. Syrat Syauqi (UB150) - GG GalakGalak GDT, Wawan Wello (UB150) - RMF Trans, Jorhans Richard Josua Mbeo (AP250) - Yamaha RRS, Jordan Badaru (UB150) - Yamaha Ziear, M. Fadhil Musyavi (AP250) - Yamaha Racing Indonesia, Aan Riswanto (UB150) - RMF Trans
Highlight Klasemen Sementara Pembalap Indonesia
Husni Zainul Faudzy Pimpin Underbone 150cc
Di kelas Underbone 150cc, yang dikenal dengan persaingan ketat dan penuh kejutan, nama Husni Zainul Faudzy (Indonesia) dari tim 2LEAR LFH HP969 MCR RBT 34 berhasil mengoleksi 138 poin.
Catatan impresif ini diraih melalui konsistensi finis di barisan depan sejak putaran pertama. Ia unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya, Fahmi Basam (Indonesia) yang berada di posisi kedua dengan 88 poin.
Persaingan di kelas ini tidak hanya melibatkan pembalap Indonesia, tetapi juga diikuti oleh talenta-talenta dari Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam. Namun, ketangguhan Husni membuatnya kokoh di puncak klasemen.
Fadillah Arbi Aditama Kuasai Asia Production 250cc
Kejutan besar hadir di kelas Asia Production 250cc (AP250). Fadillah Arbi Aditama, pembalap muda Indonesia yang membela Astra Honda Racing Team, tampil gemilang dan kini memimpin klasemen dengan 104 poin.
Arbi unggul dari Kritchapart Keankum (Thailand) yang mengoleksi 83 poin, serta Mohammad Muhribul Yildon (Indonesia) di posisi ketiga dengan 77 poin.
AP250 merupakan salah satu kelas paling populer di ARRC karena menjadi ajang pembibitan talenta muda Asia. Tahun ini, para pembalap berasal dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Jepang, India, Vietnam, hingga Filipina. Fakta bahwa Arbi mampu memimpin klasemen menunjukkan kualitas luar biasa yang ia miliki sebagai salah satu harapan baru balap Indonesia.
Mohammad Adenanta Putra Unggul di Supersport 600cc
Sementara itu, di kelas Supersport 600cc, yang disebut-sebut sebagai kelas “pintu gerbang” menuju ajang balap dunia, Mohammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team tampil konsisten dan memimpin klasemen dengan 108 poin.
Adenanta mengungguli Anupab Sarmoon (Thailand) yang berada di posisi kedua dengan 101 poin, serta Kasma Daniel Kasmayudin (Malaysia) di urutan ketiga dengan 79 poin.
Kemenangan dan konsistensi Adenanta di kelas ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya, Supersport 600cc diikuti oleh pembalap-pembalap berpengalaman dari berbagai negara, seperti Thailand, Jepang, Malaysia, Filipina, dan beberapa pembalap asal Jerman, dan Australia.
Asia Superbike 1000cc Masih Dikuasai Jepang
Berbeda dengan tiga kelas di atas, kelas Asia Superbike 1000cc (ASB1000) masih dikuasai pembalap Jepang. Keito Abe dari tim SDG HARC-PRO Honda Philippines menempati posisi puncak dengan 101 poin, diikuti oleh Hafizh Syahrin Abdullah (Malaysia) dengan 92 poin. Hafizh Syahrin adalah mantan pembalap Moto2 (Petronas Raceline Malaysia) dan MotoGP (Yamaha Tech-3 dan KTM Tech-3). Posisi ketiga ditempati Azroy Hakeem Anuar (Malaysia) di posisi ketiga dengan 91 poin.
Pembalap Indonesia terbaik di kelas ini adalah Andi Farid Izdihar atau dikenal sebagai Andi Gilang, yang kini menempati posisi kesembilan klasemen dengan raihan 32 poin.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.