Berita NTB
Ribuan Warga NTB Ikuti Doa Lintas Agama, Perkuat Persatuan Ditengah Gejolak Global
Seluruh perwakilan umat beragama di NTB, mulai dari Ampenan di Mataram hingga Sape di Kabupaten Bima mengikuti kegiatan doa bersama.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ribuan warga se- Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti doa lintas agama yang diselenggarakan, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB.
Seluruh perwakilan umat beragama di NTB, mulai dari Ampenan di Mataram hingga Sape di Kabupaten Bima mengikuti kegiatan tersebut yang berlangsung di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Kamis (28/8/2025) malam.
Para pemuka agama memanjatkan doa sesuai dengan agama masing-masing, warga yang hadirpun ikut memunajatkan doa sesuai keyakinan mereka masing-masing.
Sekertaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Terlebih di NTB, dihuni oleh tiga suku yang berbeda yakni Sasak, Samawa dan Mbojo. Kemudian semua agama ada mulai dari Islam, Hindu, Bundha, Kristen, Konghucu dan lainnya.
"Ini salah satu cara untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama, upaya kita untuk memberikan pemahaman saling mengerti saling menghargai," kata Kamaruddin.
Sementara itu Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, ditengah tantangan global yang semakin komplek persatuan antar umat harus terus ditingkatkan.
Salah satu dampak persatuan ini kata Iqbal, kondisi ekonomi di Indonesia masih tergolong stabil. Sehingga tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Selama kita bersyukur Insya Allah akan semakin kuat," kata Iqbal.
Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz mengatakan, selain untuk mempersatukan umat kegiatan doa lintas agama ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di NTB.
Ia mengatakan, berkat kegiatan ini seluruh penginapan dan restoran di Mataram penuh, karena warga yang datang ada yang berasal dari Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima.
"Ini memberikan dampak yang luar biasa bagi ekonomi NTB," kata Zamroni.
Zamroni juga mengatakan, para pelaku UMKM, pedagang kami lima juga terdampak dari kegiatan yang diikuti oleh ribuan warga tersebut.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.