Cuaca Ekstrem Terjang Sumbawa Barat, Puluhan Rumah Warga Rusak
Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat melanda Kabupaten Sumbawa Barat pada 20 Januari 2026, merusak puluhan rumah warga.
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat melanda Kabupaten Sumbawa Barat pada 20 Januari 2026, merusak puluhan rumah warga.
- BPBD bersama TNI/Polri menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan, sementara Pemprov NTB menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi dengan dukungan anggaran BTT.
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat melanda Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (20/1/2026).
Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas usaha mengalami kerusakan ringan di beberapa kecamatan.
Berdasarkan Update II Laporan Kejadian Bencana Alam Kabupaten Sumbawa Barat yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, pada Rabu (21/1/2026) pukul 15.00 WITA, cuaca ekstrem terjadi sejak pukul 13.45 hingga 19.30 WITA dan berdampak pada tiga kecamatan, yakni Brang Ene, Taliwang, dan Maluk.
Dalam laporan disebutkan, angin kencang disertai hujan dan petir terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 13.45 sampai dengan 19.30 WITA.
Sebaran Wilayah Terdampak
Di Kecamatan Brang Ene, angin kencang mengakibatkan empat unit rumah warga di Dusun Buin Selamu, Desa Manemeng, mengalami rusak ringan.
Sementara itu, satu rumah warga atas nama Asniwati di Dusun Tegaran, Desa Mura, juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan terbanyak terjadi di Kecamatan Taliwang. Di Desa Labuhan Lalar, masing-masing satu rumah warga rusak ringan di Dusun Bangsal, Bren Ari, Muhairin, dan Toroh.
Baca juga: Banjir dan Longsor Rendam Sejumlah Desa di Sumbawa Barat
Selain rumah warga, empat unit warung atau lapak di Kelurahan Telaga Bertong juga dilaporkan terdampak. Dua rumah warga lainnya di kelurahan tersebut mengalami kerusakan ringan.
Di Desa Banjar dan Desa Lamunga, masing-masing satu unit rumah warga turut terdampak.
Sementara di Kecamatan Maluk, dua rumah warga di Dusun Otak Kris, Desa Maluk, serta empat rumah warga di Desa Mantun dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang.
Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Taliwang–Seloto, Jalan Raya Balisung Kelurahan Menala, Desa Labuhan Lalar, TK Pariri Kompleks KTC, Tamekan, serta di Jalan Raya Tepas, Kecamatan Brang Rea. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas dan akses jalan warga.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat langsung melakukan langkah penanganan.
BPBD juga berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa, serta menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, terpal, dan timar kepada warga terdampak. Personel gabungan dari TRC-PB BPBD, TNI/Polri, serta aparatur desa dan kelurahan turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.
BPBD Kabupaten Sumbawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Januari 2026, masyarakat diharapkan mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Langkah Pemprov NTB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ilustrasi-hujan-lebat-3jpg.jpg)