Kamis, 4 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Kota Mataram

Ajarkan Siswa Olah Sampah, Program 'Tempah Dedoro' Resmi Masuk Sekolah di Mataram

Program unggulan pengolahan sampah "Tempah Dedoro" kini diterapkan di seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Kota Mataram.

Tayang:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
TUMPUKAN SAMPAH – Warga yang sedang melihat pembuangan Tempah Dedoro, yang dapat berfungsi juga sebagai meja dan kursi. Program inisiasi DLH Kota Mataram ini saat ini telah diadopsi di lingkungan sekolah sebagai solusi bersama untuk mengurai sampah di perkotaan. 
Ringkasan Berita:
  • Program unggulan pengolahan sampah "Tempah Dedoro" kini diterapkan di seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Kota Mataram.
  • Fasilitas permanen ini berfungsi ganda sebagai wadah pengolahan sampah organik (kompos) sekaligus bangku taman bagi siswa.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Program Tempah Dedoro, yang menjadi program unggulan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram dalam menangani persoalan sampah, saat ini telah diterapkan di seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata mengurangi beban sampah di Kota Mataram yang terus meningkat, sekaligus menjadi sarana edukasi langsung bagi siswa mengenai pengolahan sampah.

Fasilitas Tempah Dedoro sendiri merupakan tempat pembuangan sampah permanen berbahan beton, dengan spesifikasi yang telah diatur sesuai ketentuan Dinas LH.

Selain berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik, fasilitas ini juga dirancang memiliki fungsi ganda sebagai tempat duduk bagi siswa di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, M. Yusuf, mengungkapkan setiap sekolah memiliki kebijakan jumlah unit yang berbeda.

“Ada yang membuat satu unit, ada yang membuat dua. Tergantung sekolahnya,” ucap Yusuf saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sebelum dimasukkan ke dalam Tempah Dedoro.

Hanya sampah organik, seperti dedaunan, yang diperbolehkan untuk diurai, sementara sampah anorganik harus dipisahkan.

"Sebelum masuk ke sana, teman-teman harus mengurai dulu, memisahkan mana yang bisa dimasukkan dan mana yang tidak. Misalnya, plastik yang bisa dijual bisa dikomersilkan," jelas Yusuf.

Kebijakan ini dilaporkan telah diterapkan sejak awal tahun ajaran baru 2026. Selain Tempah Dedoro, sekolah-sekolah di Mataram juga diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam mengelola sampah plastik agar tidak menjadi beban bagi sekolah.

Banyak kepala sekolah kini telah menginisiasi program mendaur ulang sampah plastik menjadi aneka kerajinan tangan. Yusuf berharap kreativitas para kepala sekolah ini dapat terus berkembang.

“Sudah banyak kreativitas kepala sekolah untuk mengurangi beban sampah di Kota Mataram,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved