Rabu, 20 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kemensos Tegaskan DTSEN Jadi Landasan Daftar Penerima Bansos 2026

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyasaran program dan pemberian intervensi program secara terpadu

Tayang:
Tribunnews.com/Ahmad Wawan Sugandika
PENERIMAAN BLT – Proses penerimaan BLTS di Kantor Pos Mataram, Rabu (26/11/2025). Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyasaran program dan pemberian intervensi program secara terpadu. 
Ringkasan Berita:
  • Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyasaran program dan pemberian intervensi program secara terpadu.
  • Data merupakan dasar pemberian intervensi program pemerintah.

TRIBUNLOMBOK.COM -  Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan ada tiga mandat strategis presiden yang diemban oleh Kementerian Sosial berdasarkan Undang-undang. 

Adapun ketiga mandat tersebut ialah penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyasaran program dan pemberian intervensi program secara terpadu.

Selanjutnya pendirian Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan, serta pemberdaayan sosial bagi usia produktif agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

Gus Ipul, sapaan karibnya, berpendapat bahwa pemerintah daerah menjadi salah satu faktor kunci untuk menunjang keberhasilannya. 

Dia meminta keterlibatan dan kesungguhan pemerintah untuk turut menjalankan mandat undang-undang dan presiden. 

Baca juga: Jumlah Penerima Bansos 2026: PKH 10 Juta Orang, Data Penerima dari DTSEN

Dia menekankan pentingnya dukungan daerah untuk memberikan pelatihan bagi operator daerah. 

"Operator daerah adalah salah satu ujung tombak pemutakhiran data," ujarnya Dalam audiensi bersama Bupati Kapuas, Bupati Kampar, DPRD Kabupaten Kotabaru dan DPRD Bangka Belitung di Kantor Kementerian Sosial Kamis (8/1/2026).

Data merupakan dasar pemberian intervensi program pemerintah sehingga data yang bersifat dinamis harus terus dimutakhirkan supaya intervensi tepat sasaran.

“Mari sekali lagi kita mulai dengan menyajikan data yang benar, melalui proses pemutakhiran yang terus-menerus. Dan ini diawali dengan kita meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) operator di tingkat desa,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengajak pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya perbaikan data. 

Upaya tersebut bisa dilakukan secara formal melalui RT, RW dan kelurahan, maupun secara nonformal melalui kanal-kanal yang disediakan Kementerian Sosial seperti aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kementerian Sosial.

Tak hanya masyarakat, pihak swasta pun mempunyai perananan penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan. 

Dia mengimbau pemerintah daerah bersinergi tak hanya dengan pemerintah pusat, tetapi juga pihak swasta dan filantropi.

“Kita harus menyadari bahwa kalau program-program Kemensos dikombinasikan dengan program provinsi, kabupaten/kota, dan mengajak filantropi, mengajak swasta, itu akan sangat efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Ipul.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved