Berita Lombok Timur
Pemuda Ekas Buana Minta Kades Perbaiki Pelayanan dan Infrastruktur
Terdapat 13 tuntutan utama yang disampaikan pemuda kepada kepala desa terkait anggaran hingga infrastruktur
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Terdapat 13 tuntutan utama yang disampaikan pemuda kepada kepala desa terkait anggaran hingga infrastruktur.
- Pemerintah desa menyampaikan kendala dalam realisasi anggaran karena harus menjalankan program pemerintah pusat.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemuda menggelar hearing terbuka bersama Kepala Desa Ekas Buana di Kantor Desa, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Para pemuda secara tegas menyampaikan berbagai tuntutan yang menyangkut transparansi anggaran, pelayanan publik, hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur.
Koordinator Hearing Gerakan Pemuda Ekas Buana, Ahmad Zaitul Majdi, menegaskan bahwa hearing ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral pemuda terhadap kemajuan desa.
"Hearing kami ini bukan untuk mencari konflik, tetapi sebagai upaya mendorong pemerintahan desa agar lebih transparan, adil, dan berpihak kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan warga lokal," kata Ahmad pada Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Perangkat Desa Madayin Mogok Kerja, Sekda Lombok Timur: Harus Ada Musyawarah
Ahmad menyampaikan, terdapat 13 tuntutan utama yang disampaikan pemuda, mulai dari keterbukaan penggunaan Dana Desa dan BumDes melalui LPJ yang dipublikasikan secara terbuka, audit investasi yang masuk ke desa, prioritas tenaga kerja lokal, perbaikan jalan, kepastian anggaran pemuda, hingga penindakan tegas terhadap praktik ilegal seperti pengebom ikan yang merusak ekosistem laut.
"Kami juga mendesak penyelesaian persoalan sampah di kawasan pantai, perbaikan irigasi, transparansi pendataan bantuan sosial, kejelasan legalitas tanah BTN, serta penganggaran sekretariat bersama sebagai ruang konsolidasi pemuda desa," jelasnya.
Pemuda lainnya Juliandi menambahkan kesepakatan meliputi penyediaan tong sampah di kawasan pantai, penertiban pungutan liar di Pantai Surga dan Pantai Dagong, pembangunan saluran irigasi sementara, pengawasan ketat terhadap proyek KNMP, serta koordinasi lintas desa di wilayah Teluk Ekas untuk menekan praktik pemoboq lampaq yang merusak terumbu karang.
"Kami akan terus mengawasi realisasi komitmen ini. Jika tidak dijalankan sesuai kesepakatan, pemuda siap menempuh langkah hukum sesuai aturan yang berlaku," ujar Juliandi.
Pihak Desa Janji Transparan
Kepala Desa Ekas Buana Ahmad Nursandi berkomitmen memasang enam baliho laporan alokasi dan realisasi anggaran di lima dusun dan satu di kantor desa sebagai bentuk transparansi publik.
"Ya kami juga akan memanggil perusahaan investor untuk menindaklanjuti keluhan pemuda terkait tenaga kerja outsourcing dan mendorong perekrutan masyarakat lokal," kata Nursandi.
Nursandi mengungkapkan, untuk infrastruktur, pihaknya telah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengenai kondisi jalan, khususnya jalur menuju kawasan wisata Pantai Kura-kura.
"Untuk anggaran kepemudaan sebesar Rp15 juta yang sudah kami sepakati, akan dicairkan dalam waktu dekat," ujarnya.
Pemerintah desa juga menyampaikan kendala dalam realisasi anggaran karena harus menjalankan program pemerintah pusat, namun tetap berkomitmen menggelar pertemuan rutin dengan pemuda setiap satu bulan sekali.
Nursandi juga mengapresiasi langkah dari para pemuda yang menjadi kontrol kebijakan.
| Status Cagar Budaya Bale Adat Sembalun Masih Mengambang |
|
|---|
| Dikbud Lombok Timur Dorong Bank Evaluasi Mekanisme Pemblokiran Angsuran Kredit Guru |
|
|---|
| Komunitas Pasar Kotaraja Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan |
|
|---|
| Warga Paok Lombok Harap Pemda Lombok Timur Bangun Irigasi Sepanjang 1.200 Meter |
|
|---|
| Bupati Lombok Timur Soroti Tunggakan Nasabah di Agro Selaparang Capai Miliaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pemuda_ekas_buana_303039jpg.jpg)