Berita Lombok Timur
Komunitas Pasar Kotaraja Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan
BBPOM Mataram menyebut hingga saat ini masih ditemukan sejumlah jenis pangan di pasar yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- BBPOM Mataram menyebut hingga saat ini masih ditemukan sejumlah jenis pangan di pasar yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa produk seperti kerupuk terigu, kerupuk nasi, pencok nasi, dan mie basah dinyatakan positif mengandung zat tersebut.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) serta Penyuluhan Komunitas Pasar di Pasar Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.
Upaya tersebut menindaklanjuti hasil pertemuan Advokasi Program Nasional Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari para pedagang, petugas pengelola pasar, serta perwakilan dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur yang bertugas dalam pembinaan dan pengawasan pasar intervensi tahun 2026.
Ketua Tim Infokom BBPOM di Mataram, Dra. Winartutik, Apt., menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas pasar dalam melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri.
"Melalui pemberdayaan komunitas pasar, diharapkan para petugas pasar mampu mengendalikan peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya sehingga tercipta lingkungan pasar yang aman dan sehat bagi masyarakat," ujarnya pada Jumat (22/5/2026).
Baca juga: BBPOM Mataram Jamin Transparansi Izin Edar: Urus Mandiri, Bebas Biaya Layanan
Winartutik mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ditemukan sejumlah jenis pangan di pasar yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa produk seperti kerupuk terigu, kerupuk nasi, pencok nasi, dan mie basah dinyatakan positif mengandung zat tersebut.
"Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena penggunaan boraks pada pangan dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Ia mengungkapkan perlunya koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar lintas sektor terkait, yakni Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan, guna melaksanakan pengawasan terpadu secara berkelanjutan demi menjamin keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
"Semua yang terkait harus terlibat bekerja sama," pintanya.
Dalam bimbingan teknis tersebut, para peserta menerima berbagai materi edukatif dari narasumber BBPOM, antara lain pengenalan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), pemahaman tentang ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya, edukasi Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), pengenalan layanan Call Center Hallo BPOM/ULPK, serta penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan di sarana peredaran.
"Kami harap sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mendukung terciptanya pasar yang aman, sehat, dan bebas dari pangan berbahaya di Kabupaten Lombok Timur," tutupnya.
(*)
| Status Cagar Budaya Bale Adat Sembalun Masih Mengambang |
|
|---|
| Dikbud Lombok Timur Dorong Bank Evaluasi Mekanisme Pemblokiran Angsuran Kredit Guru |
|
|---|
| Warga Paok Lombok Harap Pemda Lombok Timur Bangun Irigasi Sepanjang 1.200 Meter |
|
|---|
| Bupati Lombok Timur Soroti Tunggakan Nasabah di Agro Selaparang Capai Miliaran |
|
|---|
| Warga Selong Lombok Timur Meninggal saat Bersihkan Gorong-Gorong di Samping Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/komunitas_pasar_kotaraja_bbpom_w30033.jpg)