Selasa, 2 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Demo PPS

Warga Rela Antre di Pelabuhan Hingga 4 Jam Demi Menghindari Demo PPS

Sejumlah penumpang rela mengubah jadwal perjalanan dan rela berdesakan di pelabuhan sejak pagi agar terhindar dari kemacetan demo

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
ANTRE PENYEBERANGAN - Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dipadati antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat sejak pagi hingga malam hari, Senin (1/6/2026). Sejumlah penumpang rela mengubah jadwal perjalanan dan rela berdesakan di pelabuhan sejak pagi agar terhindar dari kemacetan demo PPS. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah penumpang rela mengubah jadwal perjalanan dan rela berdesakan di pelabuhan sejak pagi agar terhindar dari kemacetan demo.
  • Tidak ada penutupan pelayanan penyeberangan, baik hari ini maupun besok saat demonstrasi berlangsung.

TRIBUNLOMBOK.COM - Demonstrasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dijadwalkan Selasa (2/6/2026). 

Dampaknya sudah terasa sehari sebelumnya atau pada Senin (1/6/2026), Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dipadati antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat sejak pagi hingga malam hari.

Informasi tentang rencana aksi besar-besaran yang akan menutup akses Pelabuhan Poto Tano membuat warga rela menyeberang lebih dulu untuk menghindari aksi.

Jaelani, harus menunggu empat jam di Pelabuhan Kayangan untuk menyeberang ke Pulau Sumbawa.

"Lebih baik hari ini saya menyeberang, daripada besok lebih macet karena ada demo di Tano seperti tahun lalu," kata Jaelani saat ditemui di pelabuhan.

Ia mengaku mendapat informasi tentang rencana aksi tersebut dari media sosial sehingga dia mengubah jadwal perjalanan dan rela berdesakan di pelabuhan sejak pagi.

Baca juga: Jelang Aksi PPS di Poto Tano, Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Kayangan

Pelabuhan Tetap Buka 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, mengonfirmasi bahwa kemacetan panjang yang terjadi salah satunya dipicu kekhawatiran publik atas rencana demonstrasi PPS.

"Rencana demonstrasi ini turut memicu kekhawatiran para pengemudi dan pengusaha. Penumpang mengantisipasi aksi besok mereka khawatir akses pelabuhan akan terganggu saat demo berlangsung, sehingga memilih menyeberang lebih awal. Inilah yang menyebabkan antrean panjang," jelas Erlisetya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada penutupan pelayanan penyeberangan, baik hari ini maupun besok saat demonstrasi berlangsung. 

ASDP telah berkoordinasi dengan Syahbandar, kepolisian, dan instansi terkait untuk mengantisipasi eskalasi dan memastikan jalur pelabuhan tetap beroperasi normal. 

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.

"Meski ada demo, tidak ada penutupan. Kami tetap memberikan pelayanan penyeberangan besok," tegasnya.

Pelabuhan Tidak Boleh Diblokir

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, memastikan skema pengamanan telah disiapkan.

Dia menerangkan bahwa pelabuhan adalah objek vital nasional yang wajib tetap beroperasi tanpa gangguan, apa pun yang terjadi di sekitarnya.

"Pelabuhan termasuk objek vital nasional. Tidak boleh ada penutupan harus tetap berjalan. Ini juga fasilitas umum untuk masyarakat, tidak boleh ditutup," tegas Kholid.

Demonstrasi dijadwalkan Selasa (2/6/2026) dipusatkan di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat dengan aksi serempak di sejumlah daerah lain di Pulau Sumbawa. 

Puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat Sumbawa berencana turun untuk mendesak pemerintah pusat mengeluarkan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) demi mempercepat terwujudnya Provinsi Pulau Sumbawa sebagai daerah otonom tersendiri.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved