Berita Mataram
Kala Banjir Rob Menyisihkan Halimah dari Kehidupan Pesisir
Warga pesisir Kota Mataram kian terancam dengan banjir rob yang datang setiap awal tahun
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Warga pesisir Kota Mataram kian terancam dengan banjir rob yang datang setiap awal tahun.
- Kondisi diperparah dengan abrasi pantai yang nyaris menggerus rumah.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Halimah (70) Duduk termenung di pinggir pantai.
Warga Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram ini merasa cemas dengan banjir rob.
Fenomena air laut yang merangsek masuk ke daratan perlahan menyisihkannya dari pesisir, tempatnya menyambung hidup.
Saban awal tahun, was-was selalu menyelimutinya ketika menanti anaknya yang bekerja sebagai nelayan untuk sandar kembali ke daratan dengan ikan tangkapan.
Hanimah di sepanjang Januari hingga Bulan Maret tak lepas dari banjir rob.
Baca juga: Objek Wisata Tepi Pantai di Mataram Mulai Waspada Banjir Rob
Apalagi kini kondisinya semakin mengkhawatirkan karena garis pantai kian mendekat ke rumah warga.
Hanimah yang punya tujuh anak ini terdampak makin parah karena abrasi menggerus bibir pantai.
"Was-was, cemas, khawatir juga, karena banjir rob tahun lalu (2025) juga parah, terlebih sekarang sudah mepet air laut,” ujar Hanimah saat ditemui TribunLombok.com, Senin (5/1/2026).
Hanimah mengenang banjir rob sebelumnya pernah menghanyutkan barang-barang miliknya dengan arus yang cukup deras.
Ancaman Kelangsungan Hidup
Bagi keluarga nelayan seperti keluarga Hanimah, banjir rob bukan sekadar genangan air, melainkan ancaman terhadap kelangsungan hidup.
Saat banjir rob melanda, empat anaknya yang nelayan tidak dapat melaut untuk mencari nafkah.
Ketiadaan penghasilan ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pokok.
Hanimah menceritakan pernah tidak makan selama satu hingga dua hari karena tidak memiliki beras dan uang.
Bahkan terpaksa menahan lapar hingga tiga hari.
| SMA di Mataram Dilaporkan ke Ombudsman NTB karena Diduga Tahan SKL Siswa |
|
|---|
| Kelangkaan LPG dan Antrean BBM di Mataram, Warga Mengeluh Kesulitan Stok |
|
|---|
| 15 SPPG yang Di-suspend di Mataram Harus Antre Urus SLHS |
|
|---|
| Siswi di Mataram Diduga Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Tuntut Permintaan Maaf-Ketegasan Sekolah |
|
|---|
| Kedai Kopi di Mataram Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/halimah_perasi_mataram_30393939jpg.jpg)