Sabtu, 16 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Mataram

Kala Banjir Rob Menyisihkan Halimah dari Kehidupan Pesisir

Warga pesisir Kota Mataram kian terancam dengan banjir rob yang datang setiap awal tahun

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
BANJIR ROB - Warga Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram Halimah (70) menceritakan pengalaman terdampak banjir rob. 

Ringkasan Berita:
  • Warga pesisir Kota Mataram kian terancam dengan banjir rob yang datang setiap awal tahun.
  • Kondisi diperparah dengan abrasi pantai yang nyaris menggerus rumah.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Halimah (70) Duduk termenung di pinggir pantai.

Warga Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram ini merasa cemas dengan banjir rob.

Fenomena air laut yang merangsek masuk ke daratan perlahan menyisihkannya dari pesisir, tempatnya menyambung hidup. 

Saban awal tahun, was-was selalu menyelimutinya ketika menanti anaknya yang bekerja sebagai nelayan untuk sandar kembali ke daratan dengan ikan tangkapan.

Hanimah di sepanjang Januari hingga Bulan Maret tak lepas dari banjir rob.

Baca juga: Objek Wisata Tepi Pantai di Mataram Mulai Waspada Banjir Rob

Apalagi kini kondisinya semakin mengkhawatirkan karena garis pantai kian mendekat ke rumah warga.

Hanimah yang punya tujuh anak ini terdampak makin parah karena abrasi menggerus bibir pantai.

"Was-was, cemas, khawatir juga, karena banjir rob tahun lalu (2025) juga parah, terlebih sekarang sudah mepet air laut,” ujar Hanimah saat ditemui TribunLombok.com, Senin (5/1/2026).

Hanimah mengenang banjir rob sebelumnya pernah menghanyutkan barang-barang miliknya dengan arus yang cukup deras.

Ancaman Kelangsungan Hidup

Bagi keluarga nelayan seperti keluarga Hanimah, banjir rob bukan sekadar genangan air, melainkan ancaman terhadap kelangsungan hidup. 

Saat banjir rob melanda, empat anaknya yang nelayan tidak dapat melaut untuk mencari nafkah.

Ketiadaan penghasilan ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pokok. 

Hanimah menceritakan pernah tidak makan selama satu hingga dua hari karena tidak memiliki beras dan uang.

Bahkan terpaksa menahan lapar hingga tiga hari.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved