Seleksi Sekda NTB
Bila Jadi Sekda NTB, Wirawan Tekankan Peran Sebagai Orkestrator Kolaborasi
Wirawan menegaskan sekda harus memastikan visi kepala daerah hadir di lapangan, bukan sekedar dokumen.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergulir. Wirawan Ahmad, salah satu kandidat menyampaikan rencana besarnya jika dipercaya menjabat sebagai pucuk pimpinan birokrasi di Bumi Gora.
Dalam wawancara terbaru, Wirawan menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut sosok Sekda yang mampu melampaui peran administratif tradisional.
Orkestrator Berbasis Pentahelix
Wirawan mengusung gagasan utama untuk menjadikan Sekda sebagai orkestrator kolaborasi berbasis pentahelix. Menurutnya, kompleksitas permasalahan di Pemprov NTB saat ini tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh pemerintah saja.
"Semua upaya problem solver harus berbasis kolaborasi. Jika saya ditakdirkan menjadi Sekda, saya akan mendorong peran orkestrator ini untuk memudahkan fungsi lainnya sebagai chief policy integrator, chief execution officer, dan arsitek fiskal," ujar Wirawan.
Ia menegaskan satu pesan kunci bagi kepemimpinan birokrasi ke depan yakni sekda harus memastikan visi kepala daerah hadir di lapangan.
"Bukan hanya berhenti di atas dokumen," tegasnya.
Baca juga: Rekam Jejak Calon Sekda NTB, Siapa Paling Layak Jadi Tangan Kanan Gubernur?
Fokus pada Agenda Prioritas
Lebih lanjut, Wirawan menjelaskan bahwa penguatan peran Sekda ini akan diarahkan sepenuhnya untuk mengawal agenda prioritas daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan mewujudkan pariwisata NTB yang mendunia.
Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) nantinya secara ex-officio, ia berkomitmen memastikan setiap rupiah dalam kebijakan fiskal berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pujian untuk Sistem Seleksi yang Ketat
Terkait proses seleksi yang sedang berlangsung, Wirawan memberikan apresiasi tinggi terhadap standar yang ditetapkan panitia seleksi.
Ia mengungkapkan bahwa assessment test yang dijalani merupakan level 5—tingkat kesulitan tertinggi—dengan metode multi-assessor.
"Ini adalah sistem yang sangat kompetitif, apalagi diikuti peserta dari luar daerah. Ini peluang bagi NTB untuk mendapatkan kandidat terbaik yang mampu menggali kompetensi pribadi, sosio-kultural, dan kepemimpinan," tambahnya.
Saat ditanya mengenai optimisme untuk lolos, Wirawan mengaku hanya mengikuti seluruh prosedur dengan maksimal. Baginya, rangkaian seleksi ini adalah pelajaran berharga bagi perjalanan kariernya.
"Kita ikuti semua prosesnya dan tentu mengharapkan hasil yang terbaik. Apapun hasilnya, proses ini telah memberikan pelajaran bermanfaat bagi karier saya sekarang dan di masa depan," pungkasnya.
Profil Wirawan
| Pemprov NTB Tegaskan Sekda Abul Chair Tidak Pernah Mengklaim sebagai Cucu Gubernur Pertama |
|
|---|
| Target Abul Chair Usai Jabat Sekda NTB: Konsolidasi Birokrasi, Menyambung Kebijakan, Menjaga Fiskal |
|
|---|
| Abul Chair Resmi Nahkodai Birokrasi NTB, Gubernur Iqbal Optimistis Kinerja Melesat |
|
|---|
| Langkah Awal Abul Chair Usai Dilantik Jadi Sekda NTB |
|
|---|
| Sekda NTB Abul Chair Usung Filosofi KLM Dalam Mengelola Birokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/WIRAWAN-AHMAD-CALON-SEKDA-NTB-12.jpg)