NTB
Langkah Awal Abul Chair Usai Dilantik Jadi Sekda NTB
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Abul Chair menegaskan dirinya perlu memahami peta kekuatan dan kelemahan di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
- Abul Chair memandang posisinya sebagai elemen kunci dalam memastikan visi pimpinan daerah berjalan di lapangan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair langsung menetapkan langkah strategis untuk mengawali masa jabatannya usai dilantik, Kamis (9/4/2026).
Fokus utama dalam periode awal ini adalah melakukan penguatan kelembagaan melalui konsolidasi internal birokrasi.
Abul Chair menegaskan bahwa sebelum melangkah lebih jauh, dirinya perlu memahami peta kekuatan dan kelemahan di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Periode awal ini tentu menjadi kerjaan besar yang pertama tentu konsolidasi internal. Saya berusaha memetakan dulu, lebih kurangnya gimana dan lain sebagainya, baru kemudian kita tentukan langkahnya,” ucap Abul Chair saat ditemui usai pelantikan di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (9/4/2026).
Sebagai pimpinan tertinggi birokrasi, Abul Chair memandang posisinya sebagai elemen kunci dalam memastikan visi pimpinan daerah berjalan di lapangan.
Baca juga: Sekda NTB Abul Chair Usung Filosofi KLM Dalam Mengelola Birokrasi
Ia menekankan bahwa fungsi Sekda bukan sekadar administratif, melainkan sebagai penghubung strategis.
“Fungsi Sekda itu selain menjaga ritme kerja, dia menjadi jembatan antara kebijakan Gubernur dengan para pimpinan OPD. Kita harus pastikan kebijakan tersebut diterjemahkan secara cepat, tepat, dan terukur oleh masing-masing perangkat daerah,” jelas Abul Chair.
Selain di internal eksekutif, sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ia juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pihak legislatif.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai jika eksekutif berjalan sendiri.
“Dua-duanya harus bersinergi dan saya juga menjadi jembatan untuk itu,” tambahnya.
Langkah awal Abul Chair juga akan dihadapkan pada tantangan ekonomi yang cukup kompleks.
Ia menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi meski daerah sedang menghadapi keterbatasan anggaran.
“Tantangan kita ke depan adalah bagaimana menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal, memastikan layanan dasar tetap berjalan, serta memitigasi risiko tata kelola. Jangan sampai kita fokus pada pertumbuhan, tapi jebol di tata kelola,” tegasnya.
Abul Chair mengajak seluruh jajaran ASN dan masyarakat untuk merasa memiliki tanggung jawab yang sama terhadap daerah.
Ia menggarisbawahi pesan gubernur agar birokrasi tidak terpecah belah.
“Pesan Pak Gubernur jelas, jangan bercerai, ayo kita bersatu. Saya dilantik bukan sekadar untuk menjadi pejabat, tapi untuk memiliki NTB bersama-sama guna menciptakan NTB yang hebat dan bermartabat,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/sekda-abul-chair-3345.jpg)