Kamis, 14 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Lombok Timur

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Aik Beta Bangun Jembatan Darurat Secara Mandiri

Warga membangun jembatan secara swadaya yang terbuat dari batang dan anyaman bambu.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ROZI ANWAR
JEMBATAN DARURAT - Jembatan darurat Desa Perigi dan Desa Puncak Jeringo di Kecamatan Suela Lombok Timur dibangun secara mandiri, Rabu (24/12/2025). Warga membangun jembatan secara swadaya yang terbuat dari batang dan anyaman bambu. 

Ringkasan Berita:
  • Warga membangun jembatan secara swadayayang terbuat dari batang dan anyaman bambu.
  • Jembatan penghubung dua desa ini sebelumnya rusak karena terdampak derasnya air sungai akibat hujan lebat.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Jembatan darurat Desa Perigi dan Desa Puncak Jeringo di Kecamatan Suela Lombok Timur dibangun secara mandiri. 

Warga membangun jembatan secara swadayayang terbuat dari bambu.

Pantauan TribunLombok.com, Rabu (24/12/2025), jembatan terbuat dari batang bambu sebagai penyangga. 

Sementara bentang pijakan jembatan menggunakan anyaman bambu.

Jembatan penghubung dua desa ini sebelumnya rusak karena terdampak derasnya air sungai akibat hujan lebat.

Seorang warga Jupli mengaku jembatan darurat dibangun karena masyarakat membutuhkan akses dengan segera. 

Sementara pemerintah tidak kunjung bergerak.

Baca juga: Jembatan Penghubung Antardesa di Suela Lombok Timur Ambruk, Warga Harus Memutar 20 Kilometer

"Janjinya tiga hari atau empat hari akan dibangun oleh Bupati, tapi sampai hari ini tidak ada kabarnya, jadi kami membuat jembatan yang terbuat dari bambu," kesal Jupli saat ditemui pada Rabu (24/12/2025).

Jupli mengaku jembatan yang dibangun saat ini sangat membantu bagi masyarakat, meskipun tidak terlalu kuat dan tidak bertahan lama.

"Tapi bermanfaat lah untuk kami sebagai petani, kami bisa lewatkan pupuk kami dan lain sebagainya," jelas Jupli.

Jembatan sementara yang dibangun swadaya warga Dusun Aik Beta, Desa Pergi merupakan bentuk kekesalan warga yang sudah lama menunggu.

Warga miris melihat anak-anak dan warga yang harus menyebrangi sungai setiap hari yang hendak beraktivitas.

"Kami berinisiatif membuat jembatan ini, karena kami kasihan juga kepada petani yang harus memikul pupuknya dan anak-anak setiap pergi ngaji dan sekolah harus menyebrangi sungai, jadi takut kita kalau tiba-tiba air besar di sungai," tuturnya.

Jupli berharap pemerintah cepat memperbaiki.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved