Kebakaran di Bima
Kronologi Rumah di Ambalawi Bima Terbakar, Dua Warga Alami Luka Bakar
Dua warga mengalami luka bakar, sementara satu rumah kayu terbakar rata dengan tanah dengan kerugian mencapai Rp137 juta.
Ringkasan Berita:
- Dua warga mengalami luka bakar, sementara satu rumah kayu terbakar rata dengan tanah dengan kerugian mencapai Rp137 juta.
TRIBULOMBOK.COM, BIMA - Kebakaran terjadi di Dusun Nipa Jaya, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, mengakibatkan dua unit rumah terdampak dan dua warga mengalami luka bakar, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 16.10 WITA.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi NTB, kebakaran diduga dipicu kelalaian saat memasak yang menyebabkan ledakan hingga api cepat membesar dan membakar rumah warga.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat kelalaian korban yang sedang memasak sehingga menyebabkan ledakan yang memicu kebakaran,” ungkap Kalak BPBD NTB, Sadimin dalam keterangan resminya.
Dalam peristiwa tersebut, dua kepala keluarga terdampak dengan rumah milik Taslin (56), terbakar rata dengan tanah bersama seluruh isi rumahnya.
Taslin juga mengalami luka bakar pada bahu kiri akibat insiden tersebut. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp137 juta.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Woha Bima, Dapur hingga Fasilitas Pengajian Warga Hangus Terbakar
Selain itu, rumah milik ST Juriati (40) mengalami kerusakan pada bagian jendela kaca akibat dampak ledakan dan kebakaran dengan taksiran kerugian sekitar Rp2 juta.
Seorang warga lainnya bernama Mutia juga dilaporkan mengalami luka bakar pada kaki sebelah kiri.
BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Bima langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, TNI-Polri, dan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat, pendataan, serta kaji cepat di lokasi kejadian.
Saat ini kondisi di lokasi dilaporkan sudah kondusif. Warga bersama petugas melakukan pembersihan area terdampak dan pendataan kerugian akibat kebakaran.
BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah maupun permukiman, terutama yang disebabkan korsleting listrik, penggunaan kompor, atau aktivitas lain yang menggunakan api.
Masyarakat diminta memastikan sumber api dalam kondisi aman dan tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KEBAKARAN-DI-AMBALAWI-2026.jpg)